Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman meresmikan Sekolah Lansia.
Kutai Timur

Ratusan Lansia Kutai Timur Sekolah Lagi

  • Menekan Risiko Penurunan Fungsi Kognitif
Kutai Timur
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM — Sebanyak 200 warga lanjut usia di Kabupaten Kutai Timur, kembali memasuki ‘bangku sekolah’. 

Langkah ini menjadi bagian dari program Sekolah Lansia yang diluncurkan pemerintah daerah setempat untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup warga di usia senja.

Peluncuran Sekolah Lansia tersebut diintegrasikan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat kabupaten di Kantor Bupati Kutai Timur, Sangatta, Senin (29/6/2026). 

Tahun ini, Harganas mengusung tema ”Ayah Wajib Hadir” untuk memperkuat peran kepala keluarga dalam pengasuhan anak serta pendampingan lansia.

BACA JUGA:

Menelantarkan Orang Tua di Balikpapan Bakal Dipidana - ibukotakini.com

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, warga lansia bukan merupakan beban pembangunan, melainkan aset daerah yang memiliki akumulasi pengalaman dan kebijaksanaan. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi ruang pembelajaran sepanjang hayat.

”Kami ingin memastikan masa senja bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap sehat, bahagia, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujar Ardiansyah.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit degeneratif, hingga pelatihan keterampilan praktis.

BACA JUGA:

Bertahun-tahun Numpang, Posyandu Kamasean Akhirnya Punya Bangunan Sendiri - ibukotakini.com

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur Yuriansyah menjelaskan, pembentukan Sekolah Lansia ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. 

Program ini dirancang untuk menekan risiko penurunan fungsi kognitif atau demensia pada lansia.

”Para peserta akan mendapatkan materi berkala yang mendukung aktivitas fisik dan mental mereka agar tetap mampu berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Yuriansyah.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Mahyunadi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Misliansyah, serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Timur.

Ruang interaksi

Bagi para lansia, program ini menjadi oase untuk melepas kejenuhan sekaligus memperluas ruang interaksi sosial. Mastini (70), salah satu peserta dari Sekolah Lansia Mawar, mengaku bersyukur bisa kembali berkumpul dan belajar bersama rekan-rekan seusianya.

”Di sini kami bertemu teman-teman seusia, belajar bersama, dan menjadi lebih semangat menjalani hari,” penuturan Mastini sebagaimana dikutip dari laman Prokutim.

Hal senada diungkapkan Bainah (61). Menurut dia, materi mengenai menjaga kesehatan mental dan komunikasi harmonis dengan keluarga sangat relevan dengan kebutuhan lansia saat ini. Keberadaan sekolah ini membuatnya merasa tetap diperhatikan dan percaya diri.

”Keluarga sangat mendukung saya. Harapan saya, Sekolah Lansia ini terus berlanjut dan bisa menjangkau lebih banyak lansia hingga ke tingkat desa,” kata Bainah.

BACA JUGA:

Dinding Lapuk dan Lantai Keropos, BMH-APJI Perbaiki Panti Jompo di Balikpapan - ibukotakini.com

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap momentum Harganas ke-33 dan peluncuran sekolah ini dapat mendorong lahirnya keluarga-keluarga tangguh yang memberikan perhatian seimbang, baik kepada pemenuhan hak anak maupun penghormatan terhadap warga lansia.***