
Respons Pertamina atas Demo Sopir Truk, Kuota Solar Jadi Perhatian
- Saat ini, kuota biosolar untuk Balikpapan berada di kisaran 20.000 kiloliter per tahun
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kelangkaan solar subsidi yang dikeluhkan sopir truk di Balikpapan mulai mendapat respons dari Pertamina Patra Niaga.
Namun, upaya penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar masih harus menunggu keputusan regulator.
Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri, mengungkapkan bahwa pihaknya memahami tuntutan para sopir. Meski demikian, distribusi BBM subsidi tidak bisa dilakukan di luar kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pada prinsipnya kami mendukung aspirasi sopir. Tapi penyaluran BBM subsidi harus sesuai kuota dari regulator,” ungkapnya pada Senin, 4 Mei 2026.
Saat ini, kuota biosolar untuk Balikpapan berada di kisaran 20.000 kiloliter per tahun. Penyaluran tersebut hanya dilakukan di SPBU yang telah mendapat alokasi resmi.
BACA JUGA:
Apa Tuntutan Sopir Truk Balikpapan yang Demo Hari Ini? - ibukotakini.com
Di Balikpapan, distribusi solar subsidi masih terbatas. Hanya ada dua SPBU yang melayani biosolar, dengan penyaluran harian masing-masing sekitar 40 ton dan 24 ton.
Kondisi ini memicu antrean panjang, terutama dari kendaraan angkutan logistik yang sangat bergantung pada BBM subsidi.
Untuk mengurai kepadatan antrean, Pertamina berencana mengoptimalkan operasional SPBU dengan layanan 24 jam. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar distribusi dan mengurangi penumpukan kendaraan.
“Kami dorong layanan 24 jam agar antrean bisa terurai dan distribusi lebih merata,” kata Narotama.
Meski demikian, wacana penambahan kuota di SPBU lain belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Prosesnya harus melalui pengajuan pemerintah daerah yang kemudian dievaluasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi.
“Pemda mengusulkan, lalu BPH Migas yang menetapkan. Setelah itu baru kami jalankan penyalurannya,” imbuhnya. ***
