Seratus ibu hamil di Balikpapan menerima bantuan beras dan daging ayam dari Pemerintah Kota Balikpapan.
Balikpapan

RM Ingatkan Bumil Nonton Berita Baik Supaya Bayinya Pintar

  • 1.483 Anak Balikpapan Teridentifikasi Stunting
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) meminta ibu hamil tidak hanya memperhatikan asupan makanan, tetapi juga menjaga kondisi emosional dan memperbanyak menerima informasi positif selama masa kehamilan.

Pesan itu disampaikan Rahmad saat menyerahkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk mendukung intervensi stunting bagi ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan anak bawah dua tahun (baduta) dengan gizi kurang di Balikpapan, Senin (5/10/2026).

Rahmad mengatakan pemberian bantuan pangan merupakan bentuk ikhtiar Pemerintah Kota Balikpapan dalam memastikan kesehatan warga, khususnya ibu hamil dan anak.

Namun, menurut dia, bantuan pangan tidak boleh menjadi satu-satunya intervensi. Edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pola pengasuhan juga harus diperkuat.

BACA JUGA:

1.483 Anak Teridentifikasi Stunting, Pemkot Balikpapan Salurkan 28,8 Ton Beras - ibukotakini.com

“Tidak cukup sekali dikasih ayam satu ekor, orang hamilnya sembilan bulan tidak cukup. Tetapi bagaimana memberikan edukasi kepada kita semua, khususnya kepada ibu-ibu warga kita yang sedang mengandung,” kata Rahmad.

Ia menilai perhatian terhadap ibu hamil merupakan investasi untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat, kuat dan cerdas.

“Ini bukan hanya kepentingan kita semua, bukan hanya kepentingan Bapak dan Ibu, tetapi kepentingan bangsa untuk melahirkan generasi-generasi anak yang cerdas, sehat, dan kuat,” ujarnya.

Rahmad: Ibu Hamil Perbanyak Berita Baik

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menyampaikan nasihat kepada ibu hamil agar menjaga suasana emosional selama masa kehamilan.

BACA JUGA:

5 Program Prioritas Dinkes Kutim, dari Stunting hingga Dokter Keliling - ibukotakini.com

Ia mendorong ibu hamil memperbanyak melihat dan mendengarkan informasi yang positif.

“Kalau istri kita hamil, perbanyak dengan berita-berita yang baik. Perbanyak nonton berita-berita yang baik karena itu akan memengaruhi secara emosional janin yang ada di dalam kandungan kita,” kata Rahmad.

Bagi masyarakat Muslim, Rahmad juga mengajak keluarga memperbanyak aktivitas keagamaan selama masa kehamilan, termasuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Nasihat tersebut disampaikan sebagai bagian dari ajakan menjaga ketenangan dan nilai spiritual keluarga selama masa kehamilan.

1.483 Anak Teridentifikasi Stunting

Intervensi tersebut menjadi penting karena persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah di Balikpapan.

Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan pada 2025 mencatat 1.483 anak teridentifikasi mengalami stunting. Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami KEK juga menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian karena berisiko terhadap kondisi pertumbuhan dan kesehatan anak.

Karena itu, Pemkot Balikpapan mengarahkan program CPPD tidak hanya kepada anak dengan masalah gizi, tetapi juga kepada ibu hamil KEK.

Program tersebut difokuskan untuk mendukung pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

521 Penerima Dapat Bantuan Pangan

Pada 2026, program CPPD tersebut menyasar 521 penerima, terdiri atas 412 ibu hamil KEK dan 109 baduta gizi kurang yang tersebar di 27 puskesmas dan 30 kelurahan.

Total alokasi beras kualitas premium mencapai 28.843,39 kilogram. Selain itu, pemerintah menyiapkan 212 ekor ayam beku dengan bobot rata-rata 1,8 kilogram per ekor.

Untuk tahap ketiga, Pemkot Balikpapan menyalurkan sisa 8.003,39 kilogram beras pada 5–6 Oktober 2026.

Pada Senin (5/10), sebanyak 1.840 kilogram beras diserahkan secara simbolis di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan kepada 100 ibu hamil KEK. Penyerahan tersebut disertai tambahan bantuan 100 ekor ayam beku dari Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan.

BACA JUGA:

Musim Kemarau di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Air Tercemar - ibukotakini.com

Sementara sisa 6.163,39 kilogram beras dijadwalkan disalurkan pada 6 Oktober di 30 kelurahan.

Bantuan Menyasar Wilayah Rawan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan Sri Wahjuningsih mengatakan penentuan lokasi penerima dilakukan dengan mempertimbangkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kota Balikpapan.

Beberapa wilayah yang menjadi sasaran antara lain Karang Joang, Baru Ulu, Teritip dan Kariangau.

“Penentuan wilayah intervensi juga dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kota Balikpapan,” kata Sri Wahjuningsih. ***

BACA JUGA: 

Realisasi Pendapatan Kaltim Baru Mendekati 70 Persen, Serapan Fisik 57 Persen - ibukotakini.com