
Rp183 Miliar Digelontorkan, Jalan Kaltim–Kalteng Dibenahi
- Ruas sepanjang 89,5 kilometer ini memiliki peran vital sebagai jalur distribusi barang dan jasa antarprovinsi
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah terus memperbaiki konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan melalui peningkatan infrastruktur jalan strategis.
Salah satu fokusnya adalah pembenahan ruas Simpang Blusuh hingga batas Kalimantan Tengah yang kini dikerjakan melalui proyek tahun jamak (multi years contract).
Proyek tersebut didukung anggaran sebesar Rp183 miliar yang bersumber dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Ruas sepanjang 89,5 kilometer ini memiliki peran vital sebagai jalur distribusi barang dan jasa antarprovinsi, khususnya antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Namun, dari total panjang jalan tersebut, sekitar 51,05 kilometer masih berada dalam kondisi rusak berat. Kondisi ini selama bertahun-tahun kerap menghambat kelancaran transportasi dan meningkatkan biaya logistik.
BACA JUGA:
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Joko Sidik, mengatakan proyek ini dirancang untuk menjawab persoalan infrastruktur secara menyeluruh pada jalan kelas III tersebut.
“Kami optimistis, dengan semakin lancarnya arus transportasi di jalur ini, biaya logistik antarprovinsi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong,” ungkap Joko, dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim pada Sabtu, (21/2/2026).
Perbaikan jalan ditargetkan rampung pada 2027. Penanganan mencakup rekonstruksi sepanjang 10,19 kilometer dengan kombinasi perkerasan aspal dan beton (rigid pavement). Selain itu, penguatan struktur jembatan juga menjadi bagian penting dari pekerjaan.
“Penanganannya komprehensif. Selain rekonstruksi jalan, ada rehabilitasi mayor dan minor, penanganan titik longsor, serta pemeliharaan berkala pada 17 jembatan agar tetap mampu menahan beban kendaraan,” kata Joko.
BACA JUGA:
Jalan Kubar - Samarinda Rusak Berat, Gubernur Senggol BPJN - ibukotakini.com
Di tengah proses konstruksi, pemerintah memastikan akses masyarakat tetap terjaga. Petugas lapangan secara rutin melakukan penambalan lubang (patching) dan perbaikan menggunakan batu agregat agar jalan tetap fungsional.
Pembangunan infrastruktur memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah Muara Lawa hingga Bentian.
Akses jalan yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi barang, mempercepat pelayanan publik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan. ***
