
Rumah Kosong Jadi Perhatian Selama Lebaran
- 609 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan rangkaian Lebaran, termasuk malam takbiran hingga hari H
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Perhatian terutama saat meninggalkan runah untuk beribadah maupun bersilaturahmi.
Asisten I Setda Kota Balikpapan, Zulkifli menegaskan, selain pengamanan dari aparat melalui Operasi Ketupat, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kesadaran masyarakat ini kunci. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, seperti kompor tidak menyala, pintu terkunci, dan instalasi listrik aman,” terangnya seusai apel pengamanan di Polresta Balikpapan, Jumat 20 Maret 2026.
Menurutnya, momen Lebaran identik dengan aktivitas silaturahmi yang membuat banyak rumah kosong dalam waktu tertentu. Kondisi ini dinilai rawan jika tidak diantisipasi sejak awal.
Selain itu, Pemkot juga menyoroti potensi peningkatan kunjungan ke tempat wisata pasca-Lebaran.
Zulkifli mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama di kawasan pantai dan perairan.
BACA JUGA:
Tips Aman Mudik Motor agar Lebaran Zero Accident - ibukotakini.com
“Kita sudah beberapa kali menghadapi kejadian di tempat wisata, seperti anak-anak terbawa arus. Ini harus jadi perhatian bersama,” katanya.
Pemkot Balikpapan juga memastikan seluruh instansi turut disiagakan selama libur Lebaran.
Dinas Pariwisata menyiapkan pengamanan di lokasi wisata, BPBD mendirikan posko siaga, serta layanan kesehatan tetap berjalan melalui puskesmas dan rumah sakit.
Sementara itu, Polresta Balikpapan menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat yang telah dimulai sejak 13 Maret 2026.
Sebanyak 609 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan rangkaian Lebaran, termasuk malam takbiran hingga hari H.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan, rekayasa lalu lintas menjadi salah satu fokus utama untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
“Kawasan Balikpapan Super Block hingga Jalan MT Haryono berpotensi terjadi kemacetan cukup tinggi. Karena itu kami siapkan rekayasa lalu lintas,” ujarnya.
BACA JUGA:
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Kaltim hingga 20 Maret - ibukotakini.com
Rekayasa tersebut mencakup pengaturan arus kendaraan hingga penutupan sejumlah akses putar balik (U-turn) pada waktu tertentu guna mengurai antrean kendaraan.
Personel juga disiagakan di tiga pos pengamanan, yakni di Plaza Balikpapan, Balikpapan Super Block (BSB), dan Manggar.
Selain itu, pos terpadu ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Pelabuhan Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, serta Bandara Sepinggan.
Sementara pos pantau bersifat fleksibel dan dapat berpindah sesuai kondisi di lapangan apabila terjadi penumpukan kendaraan.
Faktor cuaca juga menjadi perhatian, terutama potensi hujan yang dapat menyebabkan genangan dan memicu kemacetan. Petugas gabungan disiagakan untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan, khususnya saat malam takbiran,” tambahnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan perayaan Idulfitri di Balikpapan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. ***
