Kolaborasi dengan ekosistem merupakan strategi utama Bank Jago untuk terus tumbuh positif dan solid.
Ekbis

Rumor Merger dengan BFI Finance, Bank Jago (ARTO) Buka Suara

  • Saham Melonjak 5,73 Persen dalam Sehari
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Manajemen PT Bank Jago Tbk (ARTO) akhirnya resmi merespons rumor yang beredar di pasar mengenai rencana penggabungan usaha (merger) dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Melalui surat resmi bernomor S.418/JAGO-COMP/VII/2026 tertanggal 13 Juli 2026, bank digital yang terafiliasi dengan ekosistem GoTo ini memberikan klarifikasi mengenai spekulasi yang sempat memicu pergerakan saham perseroan dalam beberapa hari terakhir.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menyatakan bahwa hingga saat ini pihak manajemen tidak mengantongi informasi operasional apa pun yang dapat dibagikan kepada publik terkait isu konsolidasi tersebut.

"Perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara PT Bank Jago Tbk dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu," tulis Tjit Siat Fun dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (13/7/2026).

Manajemen: Isu Strategis Itu Ranah Pemegang Saham

Lebih lanjut, pihak Bank Jago menegaskan bahwa segala bentuk manuver bisnis yang berkaitan dengan struktur kepemilikan modal atau keputusan strategis jangka panjang merupakan hak prerogatif dari para pemegang saham pengendali, bukan manajemen operasional bank.

Oleh karena itu, perseroan memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh mengenai kebenaran pendekatan dari investor luar negeri yang santer diberitakan belakangan ini.

“Informasi yang berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing-masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan Perusahaan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut,” tambah Tjit Siat Fun.

Saham ARTO Melonjak 

Klarifikasi dilakukan Bank Jago sebagai respons atas surat radar pemantauan dari otoritas bursa dengan nomor S-08220/BEI.PP3/07-2026 yang dilayangkan pada 10 Juli 2026 lalu. 

Di samping isu merger tersebut, manajemen ARTO juga memastikan keandalan fundamental perusahaan dalam kondisi yang aman. 

Hingga pertengahan Juli 2026, tidak ada kejadian material lain yang berpotensi mengganggu kelangsungan bisnis bank maupun yang dapat mengguncang harga saham ARTO secara liar di papan perdagangan.

Pada perdagangan hari ini, ARTO ditutup menguat 5,73 persen ke Rp1.200 per lembar saham dibandingkan penutupan sebelumnya.***