
Rupiah Melemah, Pemerintah Lakukan Hal ini
- Koordinasi Antarotoritas Ekonomi Menjaga Stabilitas
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Nilai dolar Amerika menembus Rp18.039 pada hari Jumat 5 Juni 2026 berdasarkan kurs referensi nilai tukar antarbank di Indonesia (JISDOR).
Ini merupakan rekor terendah rupiah terhadap mata uang Amerika.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Langkah tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons dinamika pergerakan nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:
Rupiah Sentuh Rp18.010, Ini Dampak dan Risiko Buru-Buru Beli Dolar - ibukotakini.com
Merdeka Gold Buka Suara soal Rencana Dual Listing di Hong Kong - ibukotakini.com
“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Meski demikian, Prasetyo meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Menurutnya, sejumlah indikator utama menunjukkan fondasi ekonomi nasional berada dalam kondisi yang kuat dan terjaga.
Ia menjelaskan, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif serta tingkat inflasi yang terkendali. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
“Tapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga,” ucapnya.
BACA JUGA:
Telkom Indonesia Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun, Tunggu Persetujuan RUPS - ibukotakini.com
Surya Biru Murni Acetylene Tetap Ekspansi di Tengah Tekanan Harga Minyak - ibukotakini.com
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan pemerintah meyakini ketahanan ekonomi nasional masih berada pada jalur yang baik. Dengan koordinasi yang solid antarotoritas ekonomi dan dukungan fundamental yang kuat, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga.
“Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” tegasnya.
Pemerintah berharap sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pergerakan nilai tukar rupiah serta ketidakpastian ekonomi global.***
