
Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Prabowo Panggil Luhut
- Sejumlah Menteri Hadir
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Presiden Prabowo Subianto secara mendadak memanggil sejumlah pejabat saat rupiah kembali melemah. Prabowo menggelar rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Fokus pembahasan dalam pertemuan adalah perkembangan terkini perekonomian nasional serta strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan hadir langsung bersama jajaran DEN untuk melaporkan berbagai perkembangan dan rekomendasi kebijakan kepada Presiden.
BACA JUGA:
Koperasi Merah Putih Bakal Dilengkapi Cold Storage, hingga Gudang Logistik - ibukotakini.com
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan transformasi digital pemerintahan melalui penyempurnaan sistem GovTech.
"DEN juga melaporkan perkembangan penyempurnaan GovTech sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
GovTech Dipercepat untuk Tepat Sasaran
Menurut Teddy, penguatan GovTech diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data pemerintah sehingga berbagai program bantuan maupun layanan publik dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.
Dengan sistem data yang lebih terintegrasi, pemerintah menargetkan penyaluran berbagai program menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi potensi kesalahan sasaran.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Resmikan B50, Stop Impor Solar dan Percepat Swasembada Energi - ibukotakini.com
"Sehingga meminimalkan kesalahan sasaran, memperkuat efektivitas penyaluran bantuan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, efisien, dan transparan," ujar Teddy.
Transformasi digital tersebut juga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi yang terus didorong pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi belanja negara.
Bahas Strategi Hadapi Dinamika Ekonomi Global
Pertemuan berlangsung ketika perekonomian nasional menghadapi tantangan eksternal yang semakin kompleks. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga melampaui Rp18.000 menjadi salah satu indikator meningkatnya tekanan pasar keuangan global.
Dalam situasi tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat daya tahan ekonomi nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan efektivitas kebijakan fiskal, reformasi birokrasi, dan percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
BACA JUGA:
HUT Bhayangkara ke-80: Presiden Prabowo Puji Dapur MBG Polri Terbaik di Dunia - ibukotakini.com
Meski demikian, pemerintah belum merinci kebijakan baru yang akan ditempuh sebagai tindak lanjut dari hasil pembahasan bersama Dewan Ekonomi Nasional.
Sejumlah Menteri Hadir
Rapat di Hambalang turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selain itu, hadir pula anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga.
Pertemuan juga diikuti Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar.***
