
Rute Baru Bakal Dibuka, Wisata Kaltim Makin Dikenal
- Konektivitas Udara Kaltim Menuju Pariwisata Global
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Upaya memperluas akses transportasi udara di Kalimantan Timur terus digencarkan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII. Langkah ini ditempuh untuk mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga pasar internasional.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan bahwa potensi wisata Kalimantan Timur sangat besar. Keindahan alam, keragaman budaya, serta destinasi eksotis tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Namun, daya tarik itu masih memerlukan dukungan konektivitas yang lebih kuat.
“Destinasi wisata Kaltim ibarat mutiara yang belum sepenuhnya muncul ke permukaan. Tugas kita memastikan mutiara itu mudah diakses sehingga bisa berkilau dan mendunia,” kata Ferdinan, usai Apel Penutupan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada Selasa (6/1/2026).
Sebagai wujud nyata, Otoritas Bandara Wilayah VII memastikan pembukaan rute penerbangan baru Tanjung Redeb-Maratua pada 16 Januari 2026. Rute ini akan dilayani pesawat ATR 72 milik Wings Air berkapasitas 72 penumpang. Kehadiran penerbangan tersebut diharapkan mempermudah wisatawan menjangkau Pulau Maratua yang merupakan bagian dari gugusan wisata bahari Derawan, Kabupaten Berau.
BACA JUGA:
Gubernur Kaltim Resmikan Jalan Tering–Ujoh Bilang - ibukotakini.com
Selain pembukaan rute baru, sejumlah maskapai juga berkomitmen menambah layanan menuju Kaltim. Lion Group melalui Super Air Jet meningkatkan frekuensi penerbangan Balikpapan-Berau dari dua kali menjadi tiga kali sehari. Citilink bahkan akan mengganti tipe pesawat dari ATR menjadi Airbus untuk rute ke Berau demi menambah kenyamanan penumpang.
Tidak berhenti di situ, Bandara Kalimarau Berau juga akan melayani rute pulang-pergi menuju Bandara Juwata Tarakan dengan Wings Air. Rute Balikpapan-Tanjung Selor yang sempat terhenti pun dipastikan kembali diaktifkan.
Menurut Ferdinan, penguatan jaringan penerbangan ini merupakan bagian dari koordinasi berkelanjutan agar moda transportasi udara di Kaltim kembali hidup seperti masa sebelum pandemi pada 2019.
Ke depan, peluang pembukaan rute yang menghubungkan Kaltim dengan Kalimantan Tengah, seperti Bandara H. Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, juga terus dijajaki.
“Penambahan rute akan meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong ekonomi daerah, dan meneguhkan Kalimantan Timur sebagai destinasi unggulan yang siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya. ***
