
Rute Perintis Antar-Kalimantan Segera Dibuka
- Rute yang tengah dipersiapkan meliputi Tarakan–Berau, Balikpapan–Tanjung Selor, serta Berau–Maratua
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Konektivitas udara di Kalimantan Timur terus diperkuat. Sejumlah rute penerbangan perintis antarwilayah Kalimantan segera dibuka untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi logistik dan pemerataan pembangunan.
Rute yang tengah dipersiapkan meliputi Tarakan–Berau, Balikpapan–Tanjung Selor, serta Berau–Maratua. Rute-rute ini diharapkan menjadi penghubung strategis antara Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara dan kawasan pesisir.
Penguatan konektivitas tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, bersama jajaran pemangku kepentingan penerbangan dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Balikpapan.
Saat dikonfirmasi, Ferdinan mengatakan bahwa pengembangan rute perintis menjadi bagian dari strategi membuka akses wilayah, menekan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain rute perintis, Lion Air Group juga memastikan pembukaan rute baru Tanjung Redeb (Bandara Kalimarau) – Maratua yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 Januari 2026.
BACA JUGA:
Rute Baru Bakal Dibuka, Wisata Kaltim Makin Dikenal - ibukotakini.com
"Rute ini diproyeksikan memperkuat akses menuju destinasi wisata unggulan Kepulauan Derawan dan Maratua," katanya, Selasa 13 Januari 2026.
Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, bahkan secara resmi mengundang Gubernur Kalimantan Timur untuk menghadiri penerbangan perdana sekaligus melakukan peninjauan langsung ke Maratua dan Berau.
"Dari Lion nanti menghadirkan Gubernur untuk penerbangan perdana itu," tegasnya.
Pada sektor internasional, pemerintah daerah bersama otoritas kebandarudaraan juga menyiapkan pembukaan rute Samarinda – Kuala Lumpur melalui Bandara Internasional APT Pranoto yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Februari 2026.
"Rute internasional ini diharapkan membuka akses langsung Kalimantan Timur ke pasar global serta memperkuat konektivitas bisnis dan pariwisata," tuturnya.
BACA JUGA:
Target Penumpang 2026, Bandara SAMS Sepinggan 5,5 Juta - ibukotakini.com
Dalam audiensi tersebut, juga dibahas penguatan peran Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan sebagai hub transportasi udara utama Kalimantan Timur dan penyangga mobilitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur bandara turut menjadi perhatian, termasuk rencana pembangunan Bandara Baru Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu dengan panjang landasan pacu sekitar 1.600 x 30 meter yang dirancang dapat melayani pesawat tipe ATR.
"Bandara ini diharapkan membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan," harapnya.
Pengembangan lainnya mencakup persiapan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) di Bandara Kalimarau, rencana peningkatan status Bandara IKN menjadi bandara internasional untuk penerbangan umum, persiapan pengoperasian Bandara Bayan Resources, serta optimalisasi operasional Bandara Bontang. ***
