
Saham NICK Melonjak 113%, Bos Charnic Capital Ungkap Pendorong Kenaikan
- Perdagangan Saham NICK Dihentikan pada 18 September
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) melonjak 88 persen dalam sebulan hingga perdagangan 18 September 2026. Manajemen menyebut peningkatan aktivitas bisnis dua anak usaha menjadi salah satu faktor yang dinilai mendorong pergerakan harga saham perseroan.
Direktur Utama PT Charnic Capital Tbk Anton Santoso mengatakan kenaikan saham NICK berkaitan dengan meningkatnya kegiatan usaha PT Okansa Pacific dan PT Energindo Nusantara.
“Manajemen Perseroan menilai kenaikan saham dikarenakan oleh meningkatnya kegiatan usaha entitas anak perusahaan Perseroan yaitu PT Okansa Pacific dan PT Energindo Nusantara,” kata Anton Santoso dalam keterbukaan informasi, Rabu 23 September 2026.
PT Charnic Capital Tbk merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Indonesia dengan sejumlah kegiatan usaha, mulai dari penyewaan aset properti hingga investasi pada saham yang tercatat di Bursa.
BACA JUGA:
Perdagangan Sahamnya Disetop Otoritas Bursa, SEMA Beri Penjelasan - ibukotakini.com
Saham NICK dan Bisnis Anak Usaha
Charnic Capital memiliki beberapa anak perusahaan dengan bidang usaha yang berbeda.
PT Charnic Land Investment bergerak di bidang penyewaan aset properti. Sementara PT Energindo Nusantara bergerak di bidang kelistrikan.
Adapun PT Okansa Pacific mengembangkan bisnis green mobility, khususnya melalui penyewaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Bisnis green mobility tersebut menjadi salah satu fokus strategi Charnic Capital sepanjang 2026.
“Rencana strategis Perseroan di tahun 2026 berfokus pada pengembangan green business melalui anak perusahaan Perseroan, PT Okansa Pacific yang berfokus pada green mobility melalui penyewaan EV (Electric Vehicle) yang ramah lingkungan,” ujar Anton.
Charnic Capital Punya Portofolio Saham
Selain bisnis properti dan anak usaha, Charnic Capital juga memiliki portofolio investasi pada saham-saham yang tercatat di Bursa.
Namun, hingga 30 Juni 2026, perseroan mencatat kerugian investasi portofolio efek hingga Rp33 miliar.
Manajemen menjelaskan kerugian tersebut berasal dari penurunan nilai portofolio yang belum direalisasikan akibat penerapan metode mark to market dalam penyajian laporan keuangan.
Dengan metode tersebut, perubahan nilai pasar investasi tercermin dalam laporan keuangan meskipun investasi belum dijual.
BACA JUGA:
Bisnis Media Digital Masuk Era AI, Kementerian Ekraf Gandeng AMSI - ibukotakini.com
Perseroan menilai kerugian tersebut bersifat sementara dan tetap meyakini investasi portofolio efek dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.
Strategi yang diterapkan adalah berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di bidang esensial dengan berlandaskan analisis fundamental.
Manajemen Klaim Kondisi Keuangan Kuat
Di tengah persaingan bisnis, manajemen menilai kondisi keuangan Charnic Capital cukup kuat.
Penilaian tersebut didasarkan pada kondisi keuangan perseroan, rasio permodalan yang tinggi, serta arus kas yang berasal dari penerimaan dividen, pendapatan penyewaan properti dan arus kas dari anak perusahaan.
BACA JUGA:
Direktur Bayan Resources Jual 185.200 Saham BYAN, Kantongi Rp2,47 Miliar - ibukotakini.com
Manajemen juga menyatakan tidak terjadi pergeseran pangsa pasar yang signifikan sepanjang 2026.
“Persaingan dalam bisnis selalu ada, namun Management menilai Perseroan saat ini memiliki kondisi keuangan yang cukup kuat,” kata Anton.
Perseroan juga menyatakan saat ini tidak menghadapi kendala signifikan dalam kegiatan operasional.
PLN Jadi Salah Satu Pelanggan Terbesar
Untuk penjualan barang dan jasa, perseroan menyebut sejumlah pelanggan terbesar, di antaranya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Norgantara Energy Engineering, PT Wibon Kreasi Mandiri dan PT Berkat Jaya Elektro.
BACA JUGA:
Samudera Indonesia Kucurkan Rp33,7 Miliar untuk Bisnis Properti - ibukotakini.com
Keterlibatan PLN sebagai salah satu pelanggan terbesar berkaitan dengan kegiatan usaha yang dijalankan dalam ekosistem bisnis perseroan, termasuk melalui anak usaha yang bergerak di bidang kelistrikan.
Saham NICK Melonjak
Berdasarkan informasi yang diberikan, harga saham NICK disebut melonjak 88 persen dalam sebulan, dari Rp1.320 per saham menjadi Rp2.820 per saham pada perdagangan 18 September 2026.
Pada periode tersebut, NICK tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1,84 triliun, dengan saham beredar sekitar 651,15 juta saham.
Otoritas menghentikan perdagangan saham NICK akibat kenaikan yang dianggap di luar kewajaran.
BACA JUGA:
Pengguna QRIS di Kaltim Capai 948,3 Ribu, Merchant Tumbuh 910 Ribu - ibukotakini.com
Manajemen Charnic Capital mengaitkan pergerakan saham tersebut dengan meningkatnya kegiatan usaha PT Okansa Pacific dan PT Energindo Nusantara.***
