Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ekbis

Saham Pilihan IPOT Pekan Ini: ANTM, MTEL dan IMPC

  • Pasar Masih Dibayangi Tekanan Jual
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyoroti tiga saham untuk perdagangan pekan ini, 21–25 September 2026, di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham Indonesia.

Tiga saham yang masuk rekomendasi trading IPOT adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).

Selain ketiga saham tersebut, IPOT juga menyoroti Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) sebagai alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa.

1. ANTM

IPOT memberikan rekomendasi Buy untuk ANTM dengan rentang harga masuk (entry) Rp3.290-Rp3.320.

BACA JUGA:

IHSG Sepekan Anjlok 1,53%, Investor Asing Net Sell Rp1,79 Triliun - ibukotakini.com

Target harga (target price/TP) yang ditetapkan berada di Rp3.710, sedangkan batas kerugian (stop loss/SL) di Rp3.110.

Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan setelah berhasil bergerak di atas support MA5 dengan volume perdagangan di atas rata-rata 20 hari.

IPOT menilai tren jangka pendek hingga panjang masih terjaga. Indikator MACD juga disebut mengonfirmasi momentum positif lanjutan.

2. MTEL

Saham berikutnya adalah MTEL. IPOT memberikan rekomendasi Buy dengan entry di Rp500, target price Rp535, dan stop loss Rp484.

BACA JUGA:

BUMA Internasional (DOID) Suntik Modal US$4,7 Juta ke Grup Moura Materials - ibukotakini.com

Secara teknikal, MTEL disebut memiliki struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick Bullish Engulfing dan berhasil rebound dari support historis.

Analisis IPOT juga menyebut indikator AI Trade mengindikasikan adanya akumulasi yang disebut sebagai aktivitas smart money. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dasar rekomendasi terhadap saham MTEL.

3. IMPC

IPOT juga merekomendasikan Buy IMPC dengan entry Rp1.695, target price Rp1.825, dan stop loss Rp1.630.

Dalam analisis teknikalnya, IMPC disebut kembali bergerak di atas MA5 untuk jangka pendek.

BACA JUGA:

PT PP (PTPP) Digugat PKPU, Dua Subkontraktor Tagih Rp4,25 Miliar - ibukotakini.com

Sinyal tersebut diperkuat ADX score 27,3 yang menurut analisis IPOT menunjukkan tren bullish yang kuat.

XGLD Jadi Alternatif Investasi Emas

Selain saham, IPOT menempatkan Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) sebagai alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas.

XGLD memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.

Dengan karakteristik yang mengikuti prinsip syariah, XGLD juga disebut dapat menjadi salah satu instrumen diversifikasi portofolio.

Pasar Masih Dibayangi Tekanan Jual

Rekomendasi tersebut diberikan ketika kondisi pasar saham masih menghadapi tekanan.

BACA JUGA:

Pendapatan Anjlok 74%, NexAI Kini Kejar Bisnis Data Center 102 MW - ibukotakini.com

Sepanjang perdagangan 14–18 September 2026, IHSG terkoreksi 1,53% ke level 6.441,16 dari 6.541,38 pada pekan sebelumnya.

Investor asing mencatat net sell sekitar Rp2,9 triliun selama sepekan. Pada perdagangan Jumat (18/9), net sell asing mencapai Rp1,79 triliun.

Secara kumulatif sepanjang 2026, net sell asing tercatat Rp74,36 triliun.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, mengatakan pasar global masih diwarnai pengetatan moneter dan meningkatnya risiko carry trade unwind.

Dari sisi teknikal, IHSG berada di bawah MA5 dan MA20. MA5 juga telah membentuk dead cross terhadap MA20, sementara MACD menunjukkan momentum negatif.

Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas MA60.

IPOT melihat 6.370 sebagai level penting. Jika bertahan di atas level tersebut, peluang technical rebound menuju 6.541-6.581 masih terbuka. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus, IHSG berpotensi menguji area 6.200-6.279.

Untuk pekan ini, IPOT menetapkan area support 6.200-6.279 dan resistance 6.585-6.633.***

 

Disclaimer: 

Rekomendasi ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor disarankan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan strategi masing-masing.