Sambut Idul Fitri 1444 Hijriah, Griya Godong Siapkan Produk Set Mukenah dan Sajadah
UMKM

Sambut Idul Fitri 1444 Hijriah, Griya Godong Siapkan Produk Set Mukenah dan Sajadah

  • IBUKOTAKINI.COM - Berawal dari kegemaran, Imelda Larasati membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)-nya sejak masa pandemi Covid-19 masih sa
UMKM
Niken Dwi Sitoningrum

Niken Dwi Sitoningrum

Author

BALIKPAPAN, IBUKOTAKINI.COM - Berawal dari kegemaran, Imelda Larasati membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)-nya sejak masa pandemi Covid-19 masih sangat masif.

“Tahun 2019 itu kan memang tidak bisa ke mana-mana. Saya yang berprofesi sebagai Make Up Artist (MUA) dan mengharuskan untuk bertemu dengan klien,” ucap wanita yang akrab disapa Laras ini ketika dihubungi, Selasa (14/3/2023).

Karena keterbatasan itu lah, Laras memilih untuk alih profesi dan kembali menekuni hobinya di rumah. “Mencoba membatik lagi awalnya,” katanya.

Kemudian, ia berkenalan dengan salah satu pelaku yang menekuni Ecoprint di Balikpapan dan memperdalam kembali pengetahuannya terhadap kerajinan tersebut, seperti AA Mordant dan sebagainya.

“Saya belajar sama Bu Indah (pelaku Ecoprint), kursus dengan beliau, terus saya mencoba membuat sendiri dan belajar lagi dengan masuk ke komunitas Ecoprint,” akunya.

Dari hasil produksi mandiri dan digunakannya sendiri, Laras mendapatkan banyak pujian dan berhasil menarik perhatian kerabat dekatnya. 

“Banyak yang tertarik untuk memiliki produk yang saya buat,” ujarnya.

BACA JUGA:

Mulai dari kain, Ecoprint yang diproduksi Laras mulai diterapkan pada media kulit untuk menghasilkan berbagai jenis produk, seperti sepatu, tas, dompet dan lain-lain.

Perjalanan yang cukup panjang sejak 2019, Laras mengaku menghadapi berbagai macam kendala. Utamanya, pada kebutuhan bahan baku yang memang harus disuplai dari Pulau Jawa.

“Rata-rata ya dari Jawa, seperti kulit yang merupakan bahan baku untuk memproduksi tas dan sepatu,” tuturnya.

“Pengrajinnya juga, yang merealisasikan desain dan juga hasil Ecoprint-nya,” tambahnya.

Adapun, beberapa proses produksi memang dilakukan di Balikpapan dan sebagian lainnya dilakukan di Jawa.

Produk Griya Godong 

“Kalau di Balikpapan, kita produksi baju saja, untuk sepatu dan tas memang di Jawa. Makanya, harga sepatu, tas dan dompet tidak bisa kita tekan karena melewati proses pengiriman sampai 3x,” jelasnya.

Berkaitan dengan keuntungan, Griya Godong memang belum dapat meraih omzet yang besar. Namun, menurutnya saat ini pun sudah cukup maksimal.

“Kalau omzet memang masih kecil, karena usaha ini masih merintis juga,” imbuhnya.

Dalam waktu 2 minggu, Griya Godong dapat memproduksi sebanyak 30 pasang sepatu dan juga berbagai jenis produk lainnya. Semua produk yang dihasilkan ini juga merupakan hasil karya tangan atau handmade, bukan produksi mesin pabrikan.

“Untuk sekarang, saya juga dibantu oleh 4 orang pekerja. Walaupun memang tidak diupah secara reguler,” terangnya.

Menyambut Ramadan dan Idul Fitri, Laras bersama dengan Griya Godong telah menyiapkan produk barunya berupa Set Mukena dan Sajadah. 

“Saya menyiapkan mukenah dan sajadah dengan kemasan praktis atau travelling, tetap dengan ciri khas motif Ecoprint dari Griya Godong,” tandasnya. ###