Sang Askarya 2026 Digelar di PPU, 200 Seniman Tampilkan 25 Karya
Penajam

Sang Askarya 2026 Digelar di PPU, 200 Seniman Tampilkan 25 Karya

  • Pagelaran Sang Askarya 2026 di PPU menghadirkan 200 pelaku seni dan 25 karya koreografi sebagai ruang ekspresi budaya
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Panggung seni dan budaya kembali bergeliat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 200 pelaku seni lokal tampil dalam Pagelaran Sang Askarya 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Penyembolum, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Sabtu malam (12/9/2026).

Pagelaran memasuki tahun kedua tersebut menghadirkan 25 karya koreografi dalam satu panggung. Sang Askarya 2026 juga menjadi ruang edukasi budaya sekaligus wadah bagi seniman muda PPU untuk mengekspresikan kreativitas.

Pembukaan pagelaran dilakukan Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadi Susanto, yang hadir mewakili Bupati PPU.

Margono mengapresiasi penyelenggara, khususnya Sanggar Seni Borneo Benuo Taka, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sang Askarya 2026.

Menurut dia, kegiatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat identitas budaya, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Seni dan budaya adalah identitas daerah yang harus kita jaga bersama sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ucap Margono.

BACA JUGA:

PPU Ajak UMKM dan Inovator Daftarkan Kekayaan Intelektual - ibukotakini.com

Sang Askarya Jadi Ruang Ekspresi Seniman Muda PPU

Margono menilai penguatan budaya lokal semakin penting seiring posisi PPU yang kian strategis sebagai Gerbang Nusantara. Perubahan dan perkembangan daerah, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga akar budaya masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mengajak seniman dan komunitas lokal terus mendapatkan ruang untuk berkarya.

“Mari kita terus memberikan ruang bagi seniman dan komunitas lokal untuk berkarya. Dari karya yang lahir malam ini, kita rawat budaya, bangun kreativitas, dan tinggalkan jejak berarti bagi masa depan Benuo Taka,” katanya.

Sementara itu, Founder Sang Askarya, Ary Febrian Amsis, mengaku bangga sekaligus terharu melihat konsistensi pagelaran yang kini memasuki tahun kedua.

Dia menyebut Sang Askarya bermula dari mimpi sederhana anak muda PPU untuk memiliki panggung pertunjukan yang mampu disejajarkan dengan daerah lain di luar Kalimantan.

BACA JUGA:

Haornas 2026 di PPU, Mudyat Noor Ajak Anak Aktif Bergerak dan Sehat - ibukotakini.com

“Alhamdulillah, berkat keyakinan dan kerja keras bersama, mimpi itu menemukan jalannya. Di balik karya hebat malam ini, ada puluhan penari dan kru Sanggar Seni Borneo Benuo Taka serta dukungan BBT Family yang bekerja luar biasa,” ujar Ary.

Ary mengungkapkan, pelaksanaan Pagelaran Sang Askarya selama dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026, mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati PPU yang dinilai terus memberikan kepercayaan terhadap potensi anak daerah.

Menurut Ary, dua tahun pelaksanaan Sang Askarya menjadi proses pembelajaran sekaligus evaluasi untuk menghadirkan karya seni yang semakin baik.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak daerah PPU mampu menghasilkan karya yang membanggakan. Budaya akan selalu tetap hidup bersama generasinya ketika kita melakukannya dari hati,” tuturnya.

Pagelaran Sang Askarya 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU Safwana, Anggota DPRD PPU Jamaluddin, sejumlah pejabat perangkat daerah, komunitas kreatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, seniman dan budayawan, sponsor, pelaku UMKM, serta masyarakat PPU. (Adv)