Satpol PP Akan Menindak Tegas Pengemis Badut
Kabar Ibu Kota

Satpol PP Akan Menindak Tegas Pengemis Badut

  • IBUKOTAKINI.COM – Untuk memberikan efek jera kepada pengemis yang menggunakan kostum badut di jalan. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan melakukan penert
Kabar Ibu Kota
Redaksi

Redaksi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Untuk memberikan efek jera kepada pengemis yang menggunakan kostum badut di jalan. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan melakukan penertiban. Pasalnya, akhir-akhir ini pengemis menggunakan kostum badut ini banyak berdiri di beberapa titik.

Penertiban terhadap pengemis berkostum badut pun dilakukan. Dan berhasil terhimpun 22 badut. Badut ini akan mengikuti tindak pidana ringan (Tipiring).

Kepala Satpol PP kota Balikpapan Zulkifli menegaskan, akan memberikan efek jera kepada pengemis menggunakan kostum  badut yang kembali berulang melakukan aksi di jalan. Hal ini dikarenakan, belum lama ini sekitar 22 badut mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) secara online. sebanyak 22 badut yang mengikuti sidang secara online itu, harus membayar denda sebesar Rp 50 ribu dan membayar uang sidang sebesar Rp 2 ribu.

“22 badut yang mengikuti Tipiring tersebut, diawal tidak disida baju mereka. Namun, apabila ditemukan tetangkap melakukan aksinya dijalan dan menggangu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Maka, baju badut mereka akan disita,” tegas Zulkifli, Minggu (28/11/2021).

Zulkifli menjelaskan, apabila pengemis menggunakan kostum badut tertangkap kembali, maka mereka akan dikenakan sangsi progresif yakni membayar dengan Tipiring Rp 75 ribu. “Apabila tertangkap kembali akan dikenakan putusan progresif tambahan Rp 25 ribu rupiah,” ungkapnya.

Satpol PP Balikpapan dengan tegas menertibkan pengemis menggunakan kostum badut ini, dikarenakan menggangu ketertiban umum.Bukan hanya itu, pengemis sekarang berbagai macam modus seperti menjual tisu. “Kami kerap kucing kucingan dengan pengemis, dikarenakan sering mengubah modus pengemisnya,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan, kami menangkap pengemis dengan kostum dan topeng badut ini, merupakan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu. Dikarenakan membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan. Kendati demikian, meskipun mereka sudah menjalani sidah Tipiring dan membuat pernyataan, namun masih saja mereka beraksi sampai sekarang ini. “Berdasarkan laporan kedatangan pengemis badur merupakan dari Kalsel,” katanya.

Untuk itu dirinya selalu berpesan kepada masyarakat, untuk tidak memberikan uang kepada pengemis yang berada di lampu merah maupun dijalan yang dianggap menggangu ketertiban umum. “Kami berencana menempatkan anggota Satpol PP untuk memantau dari CCTV,agar pengemis dan pengamen yang melakukan aksi di lampu merah, maka akan langsung ditegur melalui Spiker yang ditempatkan dilampu merah,” tutupnya.

Sebelumnya, Pol PP juga terus melakukan penertiban kepada pengamen yang melakukan kerjanya di perempatan lampu merah. Mengingat keberadaan pengamen di perempatan lampu merah ini meresahkan dan membahayakan bagi pengendara.