
SBMA Naikkan Kapasitas Gas Industri 3,5 Kali Lipat, Saham Lompat 29 Persen
- Raih Kerja Sama dengan PT Kaltim Parna Industri (KPI)
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) resmi menjalin kerja sama dengan PT Kaltim Parna Industri (KPI) untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi gas industri di wilayah Kalimantan.
Melalui sinergi eksklusif ini, SBMA memproyeksikan peningkatan kapasitas tangki penyimpanan gas hingga 3,5 kali lipat dari kapasitas sebelumnya.
Direktur Operasional & Marketing SBMA, Fran Budianto mengatakan, langkah ini diambil guna merespons lonjakan permintaan gas industri dari berbagai sektor unggulan di Kalimantan, mulai dari pertambangan, manufaktur, energi, konstruksi, kesehatan, hingga makanan dan minuman.
"Dengan mengoptimalkan sinergi antara pasokan, infrastruktur, dan jaringan distribusi, kami berharap dapat memberikan layanan yang semakin baik sekaligus membuka peluang pertumbuhan pasar yang lebih luas di Kalimantan," ujar Fran Budianto.
BACA JUGA:
Surya Biru Murni Acetylene Tetap Ekspansi di Tengah Tekanan Harga Minyak - ibukotakini.com
Fran Budianto, menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah krusial dalam mengoptimalkan ekosistem bisnis gas industri secara terintegrasi.
Efisiensi Logistik dan Perluasan Pasar
Kedekatan lokasi operasional antara SBMA dan KPI di Kalimantan Timur menjadi salah satu keunggulan utama.
Kondisi geografi ini memungkinkan kedua perusahaan meningkatkan efisiensi logistik, mempercepat waktu distribusi, serta menjamin keandalan pasokan bagi para pelaku industri.
Fran menambahkan, penambahan kapasitas penyimpanan hingga 3,5 kali lipat disiapkan sebagai fondasi ekspansi pasar baru. Peningkatan ini memberi ruang fleksibilitas bagi SBMA dalam mengelola persediaan serta merespons permintaan dengan volume yang lebih besar secara tepat waktu.
BACA JUGA:
Surya Biru Murni Acetylene Bagikan Dividen Rp3,71 Miliar - ibukotakini.com
"Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan volume, tetapi juga bagaimana membangun kemampuan distribusi dan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mendukung perkembangan industri di wilayah ini," tegas Fran.
Melalui dukungan kemitraan bersama KPI, jaringan distribusi SBMA akan diperluas secara bertahap untuk menjangkau seluruh Pulau Kalimantan dan wilayah sekitarnya.
Saham SBMA Melonjak 29,73% Saat IHSG ‘Kebakaran’
Pasca pengumuman kerja sama ini, Saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) melonjak 29,73% pada perdagangan Selasa (13/10/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditutup di zona merah.
Berdasarkan data perdagangan saham yang Anda lampirkan, harga SBMA ditutup di level Rp144 per saham, naik Rp33 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp111. Sepanjang perdagangan, saham ini bergerak pada rentang Rp108 hingga Rp149.
Aktivitas perdagangan SBMA mencapai 93,81 juta saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp13,06 miliar dan frekuensi sebanyak 11.098 kali.***
