Sekolah di Balikpapan masih beraktivitas seperti biasa
Samarinda

Sekolah di Samarinda Daring Akibat Kabut Asap, MBG Tetap Berjalan

  • Pemprov Kaltim memastikan program makan bergizi tersebut tidak dihentikan
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kebijakan pembelajaran daring akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Perbincangan mengenai siswa yang belajar dari rumah, sementara program MBG tetap berjalan, ramai menjadi sorotan di media sosial. 

Pemprov Kaltim memastikan program makan bergizi tersebut tidak dihentikan, meski pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan, MBG merupakan program pemerintah pusat yang tetap berjalan di wilayah Kaltim. 

“MBG adalah program pemerintah pusat. Secara keseluruhan MBG di Kaltim tetap berjalan seperti biasa, pemerintah daerah tidak terkait dengan program tersebut,” tegas Ririn dikutip pada Jumat 18 September 2026.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ispu-sendawar-tembus-363-kualitas-udara-kubar-berbahaya


Kualitas Udara Kaltim Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. 

Kebijakan tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat dampak karhutla di sejumlah wilayah Kaltim. 

Berdasarkan data pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda pada Rabu (16/9/2026) pukul 16.00 Wita, kualitas udara di wilayah Samarinda masuk kategori sangat tidak sehat. 

Merespons kondisi tersebut, Disdikbud Kaltim meminta kepala satuan pendidikan memperkenankan pelaksanaan pembelajaran secara daring.

Kebijakan ini bersifat situasional. Sekolah diminta berkoordinasi dengan orang tua untuk mengawasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah instansi berwenang menyatakan kondisi kualitas udara telah kembali aman.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/30-penerbangan-dialihkan-ke-balikpapan-akibat-kabut-asap


Pembagian MBG Disesuaikan Kondisi Kabut Asap

Ririn menegaskan, keselamatan siswa tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik.
Meskipun program MBG tetap berjalan, teknis pendistribusian makanan bergizi akan menyesuaikan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah.

“Pelaksanaan teknis pembagian MBG akan bersifat fleksibel mengikuti tingkat keparahan kabut asap di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Dengan demikian, kebijakan pembelajaran daring tidak secara otomatis menghentikan program MBG. Pelaksanaan distribusi makanan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. ***