Sekolah Terpadu Jadi Strategi Pemkot Antisipasi Ledakan Penduduk
Balikpapan

Sekolah Terpadu Jadi Strategi Pemkot Antisipasi Ledakan Penduduk

  • Langkah membangun sekolah terpadu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Balikpapan untuk memperkuat infrastruktur dasar, terutama pendidikan dan kesehatan
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan mulai bersiap menghadapi dampak langsung dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), salah satunya lewat strategi jangka panjang di bidang pendidikan dengan  membangun kembali sekolah terpadu di kawasan strategis kota.

Setelah sebelumnya dilakukan di kawasan Balikpapan Regency, kini rencana serupa tengah digodok untuk kawasan sekitar Balikpapan Islamic Center (BIC).

“Sekolah terpadu itu penting karena kita harus siap menghadapi pertambahan jumlah penduduk. Jangan sampai nanti sekolahnya tidak cukup,” kata Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Rabu 16 Juli 2025.

Sekolah terpadu yang dimaksud mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks terpadu. Menurut Rahmad, konsep ini bukan hanya efisien dari sisi lahan dan anggaran, tapi juga menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh dari anak usia 6 tahun hingga remaja 18 tahun.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/smpn-27-dipilih-jadi-lokasi-simbolis-seragam-gratis-ini-alasannya

Ia menyebut pembangunan sekolah tidak bisa instan. Prosesnya harus melewati perencanaan yang matang, termasuk pembahasan anggaran, proses lelang, hingga pembangunan fisik.

Oleh karenanya, pembangunan sekolah terpadu di dua titik selatan dan utara Balikpapan ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

“Lahan sudah kita siapkan. Jadi kita mulai dari sekarang, biar pas penduduk makin banyak nanti, kita sudah siap,” tambahnya.

Langkah membangun sekolah terpadu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Balikpapan untuk memperkuat infrastruktur dasar, terutama pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini dianggap krusial dalam menjawab tantangan kota penyangga IKN.

Rahmad juga menyinggung pentingnya ketersediaan tenaga pendidik. Menurutnya, seiring bertambahnya jumlah siswa, kebutuhan guru juga akan meningkat.

“Saya sudah minta Kadisdikbud agar mencari solusi soal kekurangan guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Jangan hanya diam menunggu, tapi aktif mencari jalan keluar,” ujarnya.

Rahmad tak lupa menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Balikpapan di bidang pendidikan bukanlah wacana semata. Dalam masa kepemimpinannya, ia mengklaim sudah ada empat sekolah baru yang dibangun dan difungsikan untuk menjawab kebutuhan pendidikan warga.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/seragam-gratis-di-smp-27-didistribusikan-dalam-dua-tahap

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur pendidikan tetap dibarengi dengan visi besar untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita ini sedang membangun masa depan. Kalau pendidikan tidak kita perkuat sekarang, kita akan kehilangan momentum,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Rahmad mengutip pesan Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan.

“Jangan wariskan kemiskinan, wariskan ilmu. Itu kata BJ Habibie, dan saya percaya itu,” tuturnya.

Momentum pembangunan Balikpapan saat ini, kata Rahmad, juga sangat mendukung karena didukung kepemimpinan daerah yang kompak. Baik Gubernur Kaltim maupun Ketua DPRD Provinsi Kaltim, sama-sama berasal dari Balikpapan.

“Ini waktunya. Balikpapan bisa gerak cepat tanpa banyak hambatan birokrasi. Ini masa keemasannya,” kata dia dengan nada optimistis.

Lewat sinergi lintas level pemerintahan itu, ia berharap fasilitas pendidikan yang berkualitas dan merata bisa segera terwujud, bukan hanya sebagai respons terhadap pertumbuhan penduduk, tapi juga sebagai pondasi membangun kota modern yang inklusif dan kompetitif.

“Kalau semua bergerak bersama, Insya Allah kita siap jadi pusat pendidikan yang diperhitungkan,” tutupnya.(Adv)