
Selalu Dikaitkan dengan Toba Pulp, Luhut Klarifikasi
- Menolak Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara menanggapi berbagai tudingan yang mengaitkan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari.
Klarifikasi itu disampaikan secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam pernyataannya, Luhut menegaskan bahwa dirinya justru telah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari sejak lebih dari dua dekade lalu, saat perusahaan tersebut masih bernama PT Indorayon.
Penolakan itu, menurut dia, berangkat dari pengalaman langsung ketika menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada 2001 di era Presiden Abdurrahman Wahid.
BACA JUGA:
Banjir Sumatera, Ahli Minta Mitigasi Lingkungan Diperkuat - ibukotakini.com
“Saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau, serta kerusakan kawasan hutan yang kian meluas. Dari situ saya belajar bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat,” tulis Luhut, Senin, 12 Januari 2026.
Luhut juga menyampaikan bahwa prinsip menjaga lingkungan terus menjadi pegangan dalam setiap kebijakan yang ia ambil.
Ia bahkan menyinggung pesan cucunya sebagai pengingat moral agar tidak membuat keputusan yang membahayakan masa depan generasi muda, khususnya terkait pelestarian lingkungan.
BACA JUGA:
SBY Ingatkan Risiko Salah Kelola Bencana Sumatera - ibukotakini.com
Atas dasar itu, Luhut mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar lahan yang selama ini dikelola Toba Pulp Lestari dikembalikan untuk kepentingan rakyat.
“Kami akan mengubah eksploitasi menjadi pemulihan yang menumbuhkan harapan. Pertanian berbasis teknologi dan pemulihan ekosistem akan menjadi upaya untuk memulihkan masa depan masyarakat Tapanuli secara lebih bermartabat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Luhut menyinggung dinamika persepsi publik terhadap pejabat negara. Ia menilai kritik sebagai bagian penting dalam demokrasi, namun harus berpijak pada data dan fakta, bukan asumsi.
BACA JUGA:
JATAM: Banjir Beruntun di Sumatera Bukan Cuaca Ekstrem - ibukotakini.com
“Transparansi dan keadilan harus berjalan beriringan agar ruang publik tidak dipenuhi prasangka. Dengan begitu, perjuangan kita tetap fokus pada satu tujuan, yakni masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tulisnya.
Klarifikasi tersebut menjadi respons langsung atas berbagai tuduhan yang beredar di ruang publik dan media sosial atas kaitan dirinya dengan PT TPL yang dituding sebagai dalang banjir besar di Sumatera Utara. Kampung halaman Luhut. ***
