
Sentimen Positif Menguat, IHSG Incar Reli Akhir Tahun 2025
- Jelang Tutup Buku, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Pasar saham Indonesia mulai memasuki fase akhir tahun yang kerap diwarnai optimisme. Fenomena window dressing dan Santa Claus rally dinilai berpeluang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada pekan ini.
Dalam sepekan terakhir, IHSG bergerak fluktuatif namun sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.777. Aliran dana asing juga tercatat masih masuk ke pasar saham domestik, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar keuangan Indonesia
Analis Ritel PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Indri Liftiany Travelin Yunus menjelaskan, penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, pemangkasan suku bunga acuan The Fed serta stabilnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat menjadi katalis positif. Sementara dari dalam negeri, peningkatan indeks kepercayaan konsumen turut menjaga optimisme pasar.
“Pasar juga mulai mengantisipasi arah kebijakan Bank Indonesia, di tengah ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan pada 2026,” ucap Indri dalam keterangannya pada Senin 15 Desember 2025.
Menurutnya, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada saham-saham yang berpotensi masuk dalam penyesuaian indeks global, termasuk MSCI.
BACA JUGA:
MOJANG, Cara Easycash Edukasi Keuangan Gen Z - ibukotakini.com
“Kondisi tersebut mendorong pergerakan harga saham secara teknikal, terutama menjelang tutup buku akhir tahun,” tandasnya.
Dengan IHSG yang telah menguat secara bulanan, IPOT memproyeksikan indeks bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di kisaran support 8.570 dan resistance 8.800.
“Sejumlah saham dinilai berpeluang mencuri perhatian investor, seperti JPFA, MEDC, INKP, serta instrumen Power Fund Series (PFS) Premier ETF Syariah JII (XIJI) yang memiliki eksposur besar di sektor energi,” ujarnya.
Memasuki penghujung Desember, dinamika pasar saham Indonesia diperkirakan tetap menarik, seiring kombinasi sentimen suku bunga, aliran dana, dan strategi investor memanfaatkan momentum reli akhir tahun. ***
