
Setahun 319 Ribu Kecelakaan Kerja, Wagub: Bukan Cuma Angka
- Peringatan Bulan K3 Kaltim Dipusatkan di Balikpapan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Sebanyak 319.224 kasus kecelakaan kerja tercatat sepanjang 2024. Angka itu terungkap dalam Apel Bulan K3 di Balikpapan, Sabtu (31/1/2026).
Namun bagi Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, data tersebut jauh dari sekadar statistik dingin.
“Di balik setiap angka, ada pekerja yang kehilangan kemampuan kerja, bahkan nyawa,” kata Seno Aji.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemberitaan media masih dipenuhi kabar kecelakaan kerja yang berujung fatal.
Fakta ini memperlihatkan bahwa risiko di tempat kerja masih menjadi ancaman nyata bagi jutaan pekerja.
BACA JUGA:
Insiden Feri di Semayang, Tiga Penumpang Tak Tertolong - ibukotakini.com
Dampaknya tidak berhenti pada korban.
Keluarga kehilangan sumber penghidupan, sementara perusahaan harus menanggung penurunan produktivitas, absennya tenaga kerja, hingga gangguan operasional.
Efek berantai ini ikut menekan kondisi sosial dan ekonomi secara luas.
Lebih jauh, Seno Aji menegaskan kecelakaan kerja juga menjadi beban serius bagi negara.
Karena itu, penguatan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai sebagai kebutuhan mendesak, bukan pilihan.
BACA JUGA:
Simulasi Kebakaran, Cara PLN Kaltimra Bangun Budaya K3 - ibukotakini.com
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan jumlah tenaga kerja terbesar di dunia.
Sebanyak 146,54 juta orang bekerja di berbagai sektor, mulai dari industri, konstruksi, pertambangan, transportasi, perkebunan, hingga jasa dan ekonomi digital.
Di balik besarnya angka tersebut, terdapat jutaan aktivitas kerja setiap hari dengan tingkat risiko yang beragam.
Kondisi ini menempatkan K3 sebagai fondasi utama perlindungan pekerja.
Pengelolaan K3 bukan hanya soal keselamatan.
BACA JUGA:
Donor Darah di Bandara Sepinggan, Wujud K3 dan Sosial - ibukotakini.com
Lingkungan kerja yang aman terbukti meningkatkan moral dan kepercayaan pekerja, mendorong produktivitas perusahaan, serta memperkuat daya saing nasional.
Tanpa K3 yang kuat, pertumbuhan ekonomi berisiko dibayar terlalu mahal: dengan nyawa. ***
