Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13 dan Yonarmed 4 selesai tugas 2026
Balikpapan

Setahun Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Yonkav 13 dan Yonarmed 4 Pulang Balikpapan

  • Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13 dan Yonarmed 4 selesai tugas 2026
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan resmi menyelesaikan masa Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Darat Tahun 2026, Senin (5/10/2026). 

Selama kurang lebih satu tahun bertugas di garis depan kedaulatan NKRI, kedua satuan ini mencatatkan prestasi zero pelanggaran hukum dan HAM. Seluruh prajurit kini ditarik kembali ke homebase melalui upacara pelepasan di Balikpapan. 

Upacara pelepasan Satgas Pamtas RI-Malaysia dipimpin langsung Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman (Kasdam VI/Mlw), Brigjen TNI Andy Setyawan. 

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi prajurit Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan yang telah menjaga perbatasan darat RI-Malaysia secara profesional. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pussimpur-bekali-prajurit-yonif-614-rjp-aplikasi-simpur-jelang-latposko-i

"Terima kasih atas dedikasi dan pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia yang telah dilaksanakan secara profesional, sehingga berjalan dengan baik, aman, dan lancar," ungkap Brigjen Andy Setyawan dalam pelepasan di Pelabuhan Semayang Balikpapan. 

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen Andy Setyawan menegaskan, pengamanan wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri karena prajurit berhadapan langsung dengan garis kedaulatan negara. 

Menurutnya, prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia dinilai berhasil memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta menghormati norma sosial masyarakat perbatasan. 

Keberhasilan penugasan Yonkav 13 dan Yonarmed 4 ini kian bermakna karena tidak tercatat adanya pelanggaran hukum maupun Hak Asasi Manusia (HAM) oleh personel selama operasi. 

"Keberadaan kalian sebagai pasukan pengamanan perbatasan merupakan efek tangkal bagi pihak mana pun yang ingin merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI," tegas Kasdam VI/Mlw Brigjen Andy Setyawan. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/dibantu-sumur-bor-warga-rt-08-lamaru-kini-nikmati-air-bersih

Ia menambahkan, kehadiran Satgas Pamtas tidak hanya menjamin keamanan warga perbatasan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan negara. 

Menutup masa penugasan Satgas Pamtas RI-Malaysia 2026, Kasdam VI/Mlw Brigjen Andy Setyawan menginstruksikan seluruh prajurit Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan untuk segera melakukan konsolidasi setibanya di pangkalan. 

Disiplin dan tata tertib keprajuritan harus kembali ditegakkan di setiap kegiatan satuan. 

Selain itu, ia menekankan pentingnya inventarisasi dan akuntabilitas seluruh materiil operasi. 

"Laksanakan kegiatan pemeliharaan cegah sebelum penggudangan agar peralatan tersebut tetap siap digunakan dalam penugasan di masa mendatang," perintahnya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/batalyon-armed-22-resmi-berdiri-di-kukar

Khusus untuk personel Yonarmed 4/Parahyangan yang harus menempuh perjalanan laut cukup jauh menuju satuan induk, Kasdam VI/Mulawarman mengingatkan agar mengutamakan faktor keselamatan personel dan keamanan materiil selama proses pergeseran pasukan (serpas). 

Di akhir amanatnya, Brigjen TNI Andy Setyawan berharap seluruh pengalaman lapangan di perbatasan RI-Malaysia tidak sekadar menjadi catatan penugasan. 

"Jadikan pengalaman selama di daerah penugasan sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan profesionalisme keprajuritan maupun pengembangan satuan dalam menghadapi tugas-tugas di masa depan," pungkas Kasdam VI/Mlw. ***