
Skrining Kesehatan Haji 2025 Dimulai di Balikpapan
- Hasil pemeriksaan dasar bagi Dinkes menentukan untuk pendampingan kesehatan lanjutan sebelum keberangkatan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mulai melaksanakan skrining kesehatan dan pengukuran kebugaran tahap pertama bagi calon jemaah haji tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Sabtu (22/11/2025), diikuti 493 calon jemaah yang telah terdaftar sebagai peserta keberangkatan.
Skrining ini menjadi bagian penting dari penilaian istita’ah kesehatan, yaitu kemampuan fisik dan kondisi kesehatan yang menjadi syarat mutlak untuk melaksanakan ibadah haji.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan seluruh calon jemaah benar-benar siap menjalankan rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tinggi.
“Istita’ah tak hanya soal kemampuan ekonomi, tetapi juga fisik dan kesehatan. Dari lima ratusan jemaah kita, harapannya semua dalam kondisi sehat dan mampu melaksanakan ibadah,” terangnya.
Selama proses skrining, calon jemaah menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, fungsi jantung, hingga evaluasi kesehatan umum. Tes kebugaran juga dilakukan untuk melihat kemampuan fisik dasar sebagai bekal menghadapi aktivitas intens selama haji.
BACA JUGA:
BFF 2025: 259 Film Ramaikan Festival di Balikpapan - ibukotakini.com
“Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar bagi Dinkes menentukan apakah jemaah memerlukan pendampingan atau pembinaan kesehatan lanjutan sebelum keberangkatan,” kata Alwiati.
Alwiati menegaskan bahwa pemeriksaan lebih detail diberikan kepada calon jemaah dengan riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.
Kondisi tersebut bukan menjadi penghalang keberangkatan, namun harus dipastikan dalam keadaan stabil.
“Kami perhatikan betul jemaah yang punya penyakit bawaan. Stabil bukan berarti sembuh, tetapi terkontrol dan aman untuk menjalankan ibadah,” jelasnya.
DKK Balikpapan juga memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia yang setiap tahun menjadi kelompok terbesar dalam keberangkatan.
Alwiati mengimbau agar para lansia menjaga pola hidup sehat, mulai dari pola makan, istirahat cukup, hingga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Dengan menjaga kesehatan, lansia pun tetap dapat melaksanakan ibadah haji. Pemeriksaan rutin, cek fisik, dan olahraga teratur menjadi kunci agar mereka siap secara fisik,” tambahnya. ***
