
SMDR, Pengelola Pelabuhan Palaran Ungkap Strategi Hadapi Kenaikan Tarif
- Kembangkan Rute Secara Selektif
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) optimistis prospek bisnis pelayaran dan logistik tetap positif di tengah ketidakpastian perdagangan global, dinamika geopolitik, serta fluktuasi biaya operasional.
Perseroan menyiapkan strategi dengan mengoptimalkan utilisasi armada, mengembangkan rute secara selektif, hingga memperkuat kontrak jangka panjang dengan pelanggan dan mitra strategis.
Direktur Keuangan SMDR Ridwan Hamid mengatakan, strategi bisnis perseroan pada periode berjalan diawali dengan peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi utilisasi armada. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga profitabilitas dan margin di tengah dinamika industri pelayaran.
“Perseroan juga melakukan pengembangan dan peremajaan armada secara selektif, baik melalui pembelian maupun penyewaan kapal, serta pengembangan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan,” kata Ridwan dalam penjelasan kepada otoritas bursa, Kamis (10/9/2026).
BACA JUGA:
WINS Akuisisi Penuh Fast Offshore, Bidik Pertumbuhan Shipbuilding - ibukotakini.com
Selain armada, SMDR mengembangkan layanan dan rute baru, terutama pada segmen yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan. Penguatan dilakukan pada bisnis non-container, pelabuhan, serta logistik.
Pengembangan bisnis tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas layanan, perluasan jaringan, serta penguatan kerja sama dengan pelanggan dan mitra strategis. Perseroan juga mendorong kontrak jangka panjang untuk menciptakan pendapatan yang lebih berkesinambungan.
Prospek Bisnis SMDR
Manajemen menilai prospek usaha SMDR ke depan tetap positif, meski pertumbuhan setiap lini bisnis akan menghadapi kondisi pasar yang berbeda.
Pada lini Shipping, perseroan melihat kebutuhan angkutan laut masih berpotensi tumbuh, baik untuk angkutan container maupun bulk dan tanker. Namun, tarif angkutan laut atau freight rate dan charter rate diperkirakan tetap bergerak dinamis mengikuti keseimbangan pasokan dan permintaan serta perkembangan perdagangan global.
BACA JUGA:
Prospek Industri Pelayaran Cerah, Wintermar Offshore Optimistis Permintaan Naik - ibukotakini.com
“Manajemen melihat prospek usaha Perseroan ke depan tetap positif, dengan peluang yang berbeda pada masing-masing lini usaha,” ujar Ridwan.
Sementara itu, bisnis Logistics diproyeksikan tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan logistik yang semakin terintegrasi dan efisien.
Pada lini Ports, SMDR akan mengoptimalkan kapasitas dan kualitas layanan untuk menangkap peluang dari aktivitas bongkar muat serta arus perdagangan.
Meski demikian, perseroan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketidakpastian perdagangan global, perkembangan geopolitik, hingga volatilitas biaya operasional.
BACA JUGA:
Sungai Mahakam Surut, Pemkab Mahulu Kirim 700 Paket Sembako ke Long Apari - ibukotakini.com
Untuk mengantisipasinya, SMDR akan menjaga fleksibilitas bisnis melalui optimalisasi utilisasi armada, pengembangan layanan dan rute secara selektif, serta peremajaan armada dan infrastruktur secara bertahap.
“Perseroan juga akan terus memperkuat kontrak jangka panjang serta hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis untuk menciptakan pendapatan yang lebih berkesinambungan,” jelas Ridwan.
Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga efisiensi dan daya saing SMDR sekaligus menopang kesinambungan kinerja usaha dalam jangka menengah.
Pendapatan SMDR Naik, Margin Tertekan
Di tengah strategi ekspansi dan efisiensi tersebut, kinerja keuangan SMDR pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan, tetapi kenaikan tersebut belum sepenuhnya mengangkat laba bruto.
BACA JUGA:
Penyebab Kebakaran KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda Terungkap - ibukotakini.com
Berdasarkan laporan keuangan enam bulan 2026, SMDR membukukan pendapatan sebesar USD421,76 juta, naik 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar sekitar USD379,08 juta.
Namun, laba bruto hanya tumbuh 3,1 persen menjadi USD74,82 juta. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap margin keuntungan perseroan.
Tekanan tersebut antara lain berasal dari kenaikan biaya jasa yang mencapai 13,2 persen. Peningkatan beban terutama berkaitan dengan biaya bongkar muat, penyusutan, dan biaya keagenan.
Dengan demikian, tantangan SMDR bukan hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga agar peningkatan biaya operasional tidak menggerus margin.
BACA JUGA:
Radar AIS Segera Dipasang di Kaltim, Deteksi Kapal Ilegal - ibukotakini.com
Strategi optimalisasi armada, selektivitas investasi, penguatan bisnis logistik dan pelabuhan, serta peningkatan porsi kontrak jangka panjang menjadi penting bagi SMDR untuk menjaga kualitas pertumbuhan di tengah perubahan siklus industri pelayaran.***
