SMPN 27 Dipilih Jadi Lokasi Simbolis Seragam Gratis, Ini Alasannya
Balikpapan

SMPN 27 Dipilih Jadi Lokasi Simbolis Seragam Gratis, Ini Alasannya

  • Lokasi SMPN 27 juga strategis karena berdekatan dengan sejumlah sekolah swasta mitra Pemkot yang mendapatkan subsidi penuh
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Tahun ini, Pemerintah Kota Balikpapan kembali menggulirkan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik. Penyerahan simbolis dipusatkan di SMP Negeri 27 Balikpapan, yang notabene merupakan sekolah baru dan belum genap setahun berdiri.

Sekolah itu dibangun di lahan milik Pemerintah Kota Balikpapan tepatnya di eks lapangan tenis Manuntung pada Juli 2023 dan rampung pada awal tahun 2025 tepatnya Januari 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa pemilihan SMPN 27 sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan.

Selain karena baru dibuka tahun ini, sekolah tersebut juga menerima angkatan pertama yang menjadi bagian dari sejarah pendidikan kota.

“Anak-anak yang lolos ke SMPN 27 ini adalah siswa angkatan pertama. Kita ingin momen sejarah ini sekaligus jadi ajang memperkenalkan sekolah baru milik pemerintah kota,” kata Irfan, saat ditemui usai kegiatan penyerahan simbolis seragam, Rabu 16 Juli 2025.

Selain itu, lokasi SMPN 27 juga strategis karena berdekatan dengan sejumlah sekolah swasta mitra Pemkot yang mendapatkan subsidi penuh, seperti Yayasan Pendidikan Islam, Sinar Pancasila, dan Al-Hasan.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/seragam-gratis-di-smp-27-didistribusikan-dalam-dua-tahap

“Sekolah-sekolah seperti Al-Hasan, Sinar Pancasila, dan Yayasan Pendidikan Islam berada di sekitar lokasi. Jadi sekaligus bisa disapa juga oleh Bapak Wali Kota dalam seremoni virtual,” ujarnya.

Untuk tahun ajaran 2025/2026 ini, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 28 miliar dari APBD 2025 khusus untuk pengadaan seragam gratis. Irfan menegaskan, anggaran ini bukan berasal dari dana BOS, melainkan murni dari kas daerah.

"Anggaran sebesar Rp28 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik di tahun ajaran baru 2025/2026, bukan melalui dana Bantuan Operasional Siswa (BOS)," tegasnya.

Irfan juga menjelaskan, APBD adalah anggaran resmi pemerintah daerah untuk membiayai program publik, termasuk pendidikan.

Sedangkan dana BOS berasal dari pemerintah pusat dan ditujukan langsung ke sekolah untuk kebutuhan operasional harian.

Tahun ini, sebanyak 92 ribu stel seragam disiapkan dan dibagikan kepada peserta didik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Termasuk juga sekolah swasta.

Jenis seragam yang dibagikan terdiri dari tiga macam: seragam nasional (putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP), seragam batik khas daerah, dan seragam Pramuka. Semuanya diberikan secara gratis, tanpa pungutan.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/tahun-depan-gratis-seragam-untuk-pelajar-sma

“Sekolah swasta juga dapat, termasuk yayasan seperti Yayasan Pendidikan Islam, Sinar Pancasila, dan Al-Hasan. Bahkan untuk 420 Taman Kanak-Kanak kita berikan seragam batik. Semua gratis,” ujar Irfan.

Distribusi dilakukan langsung oleh vendor ke sekolah-sekolah. Penyerahan simbolis hanya dilakukan di satu titik, yakni di SMPN 27.

Dalam acara tersebut, hadir 340 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, dan penyambungan virtual ke 27 SMP lainnya dilakukan melalui Zoom.

Menurut Irfan, membeli seragam baru di awal tahun ajaran adalah beban tersendiri bagi banyak orang tua. Tiga jenis seragam sekaligus bisa menguras kantong, apalagi jika memiliki lebih dari satu anak.

“Kalau beli sendiri, satu anak butuh minimal tiga stel, dan itu lumayan berat. Makanya kita bantu semuanya, agar semua anak bisa sekolah dengan nyaman,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari orang tua siswa. Salah satunya Nani, warga Jalan Belora, yang anaknya saat ini duduk di bangku kelas 2 SD As-Suhada, salah satu sekolah swasta di Balikpapan. Ia merasa bersyukur sekolah anaknya ikut mendapat bantuan seragam gratis dari Pemkot.

“Alhamdulillah, sangat terbantu. Tahun lalu saya harus beli seragam sendiri, dan itu keluar uang lumayan. Sekarang tidak perlu khawatir lagi,” kata Nani dengan mata berbinar.

Ia juga berharap program ini terus berlanjut dan bisa menyentuh lebih banyak sekolah swasta lain yang muridnya berasal dari kalangan sederhana.

“Terima kasih buat Bapak Wali Kota dan dinas pendidikan. Semoga terus berlanjut, karena ini benar-benar membantu kami sebagai orang tua,” tutup Nani.

Program ini sendiri telah berjalan selama empat tahun berturut-turut dan menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam memajukan pendidikan yang merata dan inklusif. ***