
SPBUN Pertamina Hadir di Maratua, Harapan Baru Nelayan Pulau Terluar
- Kehadiran SPBUN Maratua sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Di tengah hamparan laut biru yang mengelilingi Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kehidupan para nelayan perlahan berubah. Bukan karena hasil tangkapan yang tiba-tiba melimpah, tetapi karena hadirnya sebuah fasilitas sederhana yang membawa dampak besar. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) No. 68.773.02, yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Terletak di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, SPBUN ini menjadi jawaban atas persoalan klasik nelayan Maratua sulit dan mahalnya akses bahan bakar. Sebelum SPBUN beroperasi, nelayan harus membeli bahan bakar dari pengecer dengan harga mencapai Rp13.000 per liter. Kini, harga resmi di SPBUN hanya Rp6.800 per liter, hampir separuhnya.
“Dulu beli bensin di pengecer mahal sekali. Sekarang, sejak ada SPBUN, harga jauh lebih murah dan kami tidak perlu ke daratan lagi untuk mencari bahan bakar,” kata Guntaris, seorang nelayan setempat, dengan senyum lega.
Ia mengenang masa-masa ketika harus menempuh perjalanan panjang ke luar pulau hanya demi beberapa liter bahan bakar.
“Dulu itu perjuangan, sekarang lebih mudah. Kami bisa lebih sering melaut tanpa khawatir kehabisan bensin,” katanya.
BACA JUGA:
Kemenko Perekonomian Tinjau Proyek RDMP Balikpapan, Progres Capai 96,67 Persen - ibukotakini.com
Dampaknya tidak berhenti pada kemudahan logistik. Dengan biaya operasional yang lebih ringan, nelayan kini memiliki pendapatan yang lebih stabil, dan waktu melaut pun menjadi lebih efisien. Banyak di antara mereka yang bisa membawa pulang hasil lebih banyak tanpa harus memangkas kebutuhan keluarga.
Dalam kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut kehadiran SPBUN Maratua sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kehadiran SPBUN di Maratua merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung nelayan sesuai amanat Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kemudahan akses energi. Kami berharap fasilitas ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di komunitas nelayan,” ujar Edi.
Senada dengan itu, Ivan, pengelola SPBUN Maratua, menilai fasilitas ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga.
“Sekarang warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan bahan bakar. Harganya terjangkau, pelayanannya dekat. Kami ingin SPBUN ini menjadi bagian dari solusi dan kemajuan masyarakat Maratua,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat pengisian bahan bakar, SPBUN di Maratua kini menjadi titik temu sosial bagi para nelayan. Di sinilah mereka berbagi kabar, saling bertukar pengalaman melaut, hingga mendiskusikan cara menjaga ekosistem laut yang menjadi sumber hidup mereka.
“Kami ingin memastikan nelayan mendapatkan pelayanan energi yang mudah dan terjangkau, agar mereka bisa terus berkontribusi bagi ekonomi lokal dan nasional,” tutup Edi. ***
