SPMB Balikpapan Dievaluasi, Walikota Bisa Rahmad Mas'ud Pastikan Tak Ada Jalur Titipan
Balikpapan

SPMB Balikpapan Dievaluasi, Rahmad Pastikan Tak Ada Jalur Titipan

  • Evaluasi difokuskan pada penyempurnaan sistem domisili dan pemerataan akses sekolah
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan terus dievaluasi meski secara umum berjalan lancar.

Evaluasi difokuskan pada penyempurnaan sistem domisili dan pemerataan akses sekolah, sekaligus memastikan tidak ada lagi praktik jalur titipan dalam penerimaan peserta didik.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam sekolah gratis secara simbolis di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).

Rahmad mengakui penerapan SPMB tahun ini sebagai sistem baru masih memunculkan sejumlah dinamika dan protes dari masyarakat. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/spmb-balikpapan-2026-zero-titipan

Namun, menurutnya hal itu merupakan proses yang wajar dalam masa transisi.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan SPMB semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.

"Analisa terus supaya gejolak bisa diminimalkan. Yang penting manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya," ujar Rahmad.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar konsisten menjalankan aturan tanpa memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun. 

"Kalau memang tidak boleh, ya tidak boleh untuk semua. Jangan ada perlakuan khusus," tegasnya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/150-ribu-seragam-gratis-dibagikan-pemkot-balikpapan-siapkan-rp-30-miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan evaluasi SPMB akan difokuskan pada sistem domisili dan pembagian rayon yang masih membutuhkan penyempurnaan. 

Hal itu disebabkan persebaran SMP negeri di Balikpapan belum merata, sehingga masih terdapat wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah negeri. 

"Evaluasi tetap kami lakukan, terutama pada sistem domisili dan rayon agar pelaksanaan SPMB ke depan semakin baik dan mampu mengakomodasi kondisi persebaran sekolah di Balikpapan," kata Irfan. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/hari-pertama-sekolah-ayah-di-balikpapan-diminta-antar-anak-ke-kelas

Sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Pemkot Balikpapan menggandeng 15 SMP swasta untuk menerima siswa yang belum tertampung melalui jalur SPMB.

"Pemerintah daerah menanggung seluruh biaya SPP maupun uang pangkal bagi siswa yang ditempatkan di sekolah swasta yang telah bekerjasama," imbuhnya. 

Menurutnya, kebijakan ini diambil agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

"Dengan skema tersebut, orang tua tidak perlu khawatir terhadap biaya pendidikan apabila anaknya dialihkan ke sekolah swasta mitra pemerintah," tambahnya. ***