Air kemasan dalam botol produksi PDAM Sangatta, Sangattaqua.
Kutai Timur

SPPG di Kutai Timur Gunakan Air Kemasan Produksi PDAM

  • Dukung Ekonomi Lokal
Kutai Timur
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kutai Timur melakukan langkah konkret dalam mendukung produk lokal. 

Seluruh operasional dapur program Makan Bergizi Gratis kini diarahkan untuk menggunakan air kemasan produksi BUMD setempat, Sangattaqua.

Koordinator Wilayah SPPG Kutai Timur, Dwi Nur Shinta, menginstruksikan seluruh Kepala SPPG dan mitra dapur untuk menjadikan air kemasan produksi Perumdam Tirta Tuah Benua tersebut sebagai penopang utama kebutuhan kantor dan dapur.

Shinta menegaskan bahwa program nasional Makan Bergizi Gratis memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar pemenuhan nutrisi anak sekolah. 

BACA JUGA: 

Siasat Kutai Timur Hadapi Penurunan Industri Tambang Batu Bara

“Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah,” kata Shinta.

“Program Makan Bergizi Gratis juga menghidupi ekonomi Kutai Timur,” imbuhnya

Dengan memakai Sangattaqua, dapur SPPG ikut menyejahterakan PDAM sebagai BUMD, ujar Dwi Nur Shinta di Sangatta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, penggunaan produk lokal akan memastikan sirkulasi anggaran operasional tetap berputar di lingkup internal Kutai Timur.

BACA JUGA:

Program Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil dan Balita Masuk Kaltim

Hal ini menciptakan efisiensi sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Langkah ini disambut hangat oleh Habibi, Ketua Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat selaku distributor resmi Sangattaqua. 

Ia menilai kesadaran kolektif dari para Kepala SPPG sangat krusial dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

Sinergi melalui penggunaan produk lokal ini secara otomatis memberikan dividen bagi daerah melalui keuntungan perusahaan daerah. 

BACA JUGA: 

Makan Gratis Sekolah Balikpapan Stop Sementara, Ini Alasannya

Selain itu, program gizi yang bersinergi dengan produk lokal menciptakan efek berantai bagi pembangunan di berbagai sektor. 

Hal ini juga mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun daerah secara bersama-sama.

“Setiap tetes Sangattaqua yang dipakai di dapur SPPG, itu artinya ada dividen PDAM yang masuk ke kas daerah.”

“Uang itu balik lagi untuk bangun Kutai Timur, termasuk untuk program kesehatan dan gizi,” jelas Habibi.

BACA JUGA:

DP3AKB Balikpapan Jadikan Kampung Keluarga Berkualitas


Dengan memanfaatkan air mineral dari Perumdam Tirta Tuah Benua, program yang berorientasi pada kesehatan generasi muda ini diharapkan mampu menumbuhkan daya tahan ekonomi lokal.

Sinergi antara SPPG, mitra dapur, dan BUMD ini menjadi bukti bahwa kebijakan pusat dapat diimplementasikan dengan kearifan lokal yang membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.***