
Srikandi PLN Terangi Pelosok Kalimantan, Hadirkan Listrik hingga Wilayah 3T
- Kisah Srikandi PLN UIP KLT yang menembus pelosok Kalimantan hingga wilayah 3T
Tren
IBUKOTAKINI.COM - Di balik percepatan pembangunan listrik di Kalimantan, ada peran senyap para perempuan tangguh yang bekerja di garis depan. Momentum Hari Kartini menjadi penegas kiprah Srikandi PLN yang menembus medan berat hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) demi menghadirkan listrik bagi masyarakat.
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menyoroti kontribusi para pekerja perempuan yang tak hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga mengemban misi sosial menghadirkan terang hingga ke pelosok. Wilayah kerja mereka mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Utara.
Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, menegaskan semangat Kartini terus hidup dalam setiap peran perempuan di sektor ketenagalistrikan.
“Perempuan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Kami tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pln-percepat-pembangunan-gardu-induk-150-k-v-bontang-lestari
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyebut bahwa perusahaan terus membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Srikandi PLN menjadi bagian penting dalam pembangunan. Mereka menunjukkan profesionalisme sekaligus mampu menjalankan peran sosial di masyarakat,” tuturnya.
Di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Medan sulit, akses terbatas, hingga jarak yang jauh dari keluarga menjadi bagian dari keseharian. Namun, dedikasi tersebut terbayar ketika listrik mulai menyala di daerah yang sebelumnya gelap.
Salah satu Srikandi PLN, Salsa Dina Amalia, mengaku harus meninggalkan kenyamanan dan keluarga demi menyelesaikan tugas di lokasi proyek. Baginya, kelelahan terbayar saat masyarakat bisa menikmati listrik.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pln-gandeng-kejati-kaltim-kawal-proyek-listrik-antisipasi-risiko-hukum
“Melihat listrik hadir, semua lelah terasa lunas,” ungkapnya.
Kisah serupa datang dari Ainun Jaria Nur Rahmat yang bertugas di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ia bersama tim menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis yang menantang.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi harapan. Anak-anak kini bisa belajar di malam hari,” ujarnya.
Keberadaan Srikandi PLN di tengah dominasi tenaga kerja laki-laki menjadi bukti bahwa perempuan mampu berkontribusi signifikan dalam pembangunan. Mereka menghadirkan perspektif, ketelitian, dan ketangguhan dalam setiap proyek yang dijalankan. ***
