
Stok Daging Sapi di Kaltim Surplus Sambut Idulfitri 2026
- Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur merilis data prognosis Maret 2026 yang menunjukkan ketiga komoditas protein utama—daging sapi, daging ayam, dan telur ayam—berada dalam kondisi surplus terhadap kebutuhan masyarakat.
Seberapa Besar Surplusnya?
Berdasarkan data prognosis Maret 2026, ketiga komoditas protein utama tercatat surplus terhadap kebutuhan masyarakat Kaltim.
Daging Sapi
Total ketersediaan daging sapi diperkirakan mencapai 1.963,18 ton, jauh melampaui kebutuhan yang hanya 1.151,15 ton. Artinya, terdapat surplus sebesar 812,03 ton—lebih dari separuh kebutuhan tersedia sebagai cadangan.
BACA JUGA:
Sebentar Lagi Lebaran, Ada Gerakan Pangan Murah Libatkan 45 Tenant - ibukotakini.com
Daging Ayam
Untuk daging ayam, ketersediaan tercatat 9.206,03 ton dengan kebutuhan sebesar 9.138,37 ton, sehingga masih ada surplus 67,66 ton. Meski selisihnya lebih tipis, pasokan tetap dinyatakan aman hingga Lebaran.
Telur Ayam
Telur ayam tersedia sebanyak 5.809,33 ton, melampaui kebutuhan 5.659,03 ton dengan surplus 150,30 ton. Komoditas ini dinilai paling stabil karena didukung pasokan dari luar Kaltim yang cukup besar.
Dari Mana Pasokan Datang?
Stok yang tersedia bersumber dari tiga jalur: cadangan awal, produksi lokal Kaltim, dan kiriman dari luar daerah.
| Komoditas | Stok Awal | Produksi Lokal | Pasokan Luar |
|---|---|---|---|
| Daging Sapi | 109,47 ton | 759,01 ton | 1.094,70 ton |
| Daging Ayam | 586,07 ton | 5.860,69 ton | 2.759,26 ton |
| Telur Ayam | 1.502,76 ton | 967,00 ton | 3.339,46 ton |
"Intinya, ketersediaan daging sapi, ayam, maupun telur ayam di Kaltim selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026 masih aman. Masyarakat tidak perlu khawatir," kata Fadli Sufiani — Plt. Kepala DPKH, dalam pernyataan resmi dipetik Minggu, 15 Maret 2026
BACA JUGA:
KPPU Sidak Pasar di 7 Kota, Awasi Harga Pangan Jelang Lebaran - ibukotakini.com
Soal Harga: Naik Wajar, Asal Tidak Panic Buying
Fadli mengakui kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan adalah hal yang lumrah. Namun ia menegaskan, kenaikan tidak akan signifikan selama masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan—bukan berlebihan karena panik. ***
