Suasana belajar di SRT 58 Samarinda.
Samarinda

Sudah Beroperasi Setahun, Begini Kondisi Sekolah Rakyat di Samarinda

  • Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda Open House
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda yang telah berjalan selama satu tahun.

Kehadiran sekolah tersebut dinilai mampu membuka harapan baru bagi anak-anak dengan latar belakang beragam, termasuk mereka yang sempat putus sekolah.

Momentum satu tahun beroperasinya SRT 58 diperingati melalui kegiatan Open House yang dilaksanakan serentak bersama Sekolah Rakyat Terintegrasi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

Pemkab Kutim Tetapkan Jalan Simono sebagai Lokasi Sekolah Rakyat

Kepala SRT 58, Rabiatul Adawiyah, menjelaskan bahwa selama setahun terakhir pihaknya mengelola tiga rombongan belajar (rombel), terdiri atas dua rombel tingkat Sekolah Dasar (SD) dan satu rombel tingkat SMA.

"Dalam setahun ada kurang lebih tiga rombongan belajar yang dikelola, dua rombel SD dan satu rombel SMA," ujar Rabiatul Adawiyah.

Ia menambahkan, apabila seluruh kegiatan pembelajaran dipusatkan di kawasan Palaran pada tahun ini, maka jumlah rombel akan bertambah menjadi tujuh.

"Jika nanti semua jadi satu di Palaran tahun ini, maka ada tujuh rombel SRT 58, terdiri atas dua rombel SD, tiga rombel SMA dan dua rombel SMP," jelasnya.

BACA JUGA:

Terkendala Lahan, Sekolah Rakyat di Balikpapan Dibangun 2027

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni  mengapresiasi perkembangan SRT 58 yang telah beroperasi di Jalan Ery Supardjan, Samarinda, selama kurang lebih satu tahun.

"Kita bersyukur dan bangga anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi sudah berjalan setahun dan banyak perubahan di sekolah ini. Pemprov Kaltim merasa bangga dan bersyukur," kata Sri Wahyuni usai menghadiri syukuran setahun SRT 58.

Menurutnya, para guru memiliki peran besar dalam mendampingi peserta didik yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda. 

Bahkan, sebagian siswa merupakan anak yang sempat berhenti sekolah dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya kembali melanjutkan pendidikan.

BACA JUGA:

Pemkab Kutim Siapkan Sekolah Rakyat Berasrama di Simono

"Kami sudah mendengar betapa kuatnya perjuangan para guru yang mengajar di SRT ini. Dengan latar belakang dan karakter anak yang berbeda. Bahkan ada anak yang putus sekolah cukup lama, baru kembali lagi sekolah," ujarnya.

Berkat keikhlasan, kesabaran dan ketekunan para tenaga pendidik, para siswa kini memiliki cita-cita yang lebih luas dan optimistis terhadap masa depan mereka.

"Sebelumnya mereka hanya bercita-cita sebagai pekerja tambang, kini ada yang ingin menjadi polisi, tentara, guru hingga dokter," ungkap Sri.

Pemprov Kaltim, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan pendidikan di SRT 58. 

Bahkan, para lulusan SMA dari sekolah tersebut dipastikan memperoleh akses program Gratispol Pendidikan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Anak-anak SRT ini, ketika mereka lulus SMA, maka kita pastikan mereka mendapatkan bantuan Gratispol Pendidikan, sehingga mereka juga memiliki hak seperti anak lainnya untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi," tegasnya.

Selain itu, Sri Wahyuni mengungkapkan  tahun depan para siswa SRT 58 direncanakan menempati gedung baru yang berlokasi di Kelurahan Timbau, Tenggarong. 

Meski demikian, fasilitas yang digunakan saat ini dinilai sudah memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.***