
Sulit Air Bersih, 437 Warga Kariangau Balikpapan Kini Nikmati Sumur Bor BMH
- Kawasan Pesisir Kariangau Belum Terjangkau Air PDAM
Komunitas Kita
IBUKOTAKINI.COM – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Timur kembali menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat. Kali ini, BMH Kaltim meresmikan program sumur bor ke-58 di Masjid Nurul Jihad, Jalan Srikandi, RT 01, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Sumur bor tersebut diharapkan menjadi solusi kebutuhan air bersih bagi jamaah Masjid Nurul Jihad dan masyarakat di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Kariangau. Total penerima manfaat program ini mencapai 172 kepala keluarga atau sekitar 437 jiwa.
Peresmian sumur bor dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, H. Masrivani, S.Ag., M.H., bersama perwakilan Polsek Balikpapan Barat dan disaksikan jajaran BMH Kaltim, pengurus masjid, Ketua RT, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BMH Kaltim bersama Yayasan Indah Berbagi Foundation, melalui amanah donasi dari Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro.
Kawasan Pesisir Kariangau Belum Terjangkau Air PDAM
Masjid Nurul Jihad merupakan satu-satunya masjid yang melayani masyarakat di kawasan Jalan Srikandi, RT 01 dan RT 02, Kelurahan Kariangau. Lokasinya berada di kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan laut.
Mayoritas warga setempat bekerja sebagai nelayan dan tinggal di wilayah perbukitan pesisir. Selama ini, kebutuhan air bersih menjadi persoalan karena kawasan tersebut belum terjangkau layanan PDAM.
Kehadiran sumur bor diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan air untuk berwudhu, MCK, hingga aktivitas sehari-hari.
Program ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air terbatas yang sebelumnya belum mampu memenuhi kebutuhan warga dan jamaah secara optimal.
Pengeboran Dilakukan Dua Kali karena Sulit Mendapatkan Air Tawar
Pembangunan sumur bor di kawasan tersebut bukan tanpa tantangan. Kondisi geografis wilayah pesisir membuat proses pencarian sumber air tawar tidak mudah.
Pengeboran bahkan harus dilakukan dua kali pada titik berbeda. Titik pengeboran awal belum menghasilkan sumber air yang sesuai dengan kebutuhan, sementara kondisi konstruksi tanah juga menjadi tantangan dalam proses pengerjaan.
Setelah dilakukan penentuan titik baru dan pengerjaan secara bertahap, akhirnya diperoleh sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh Masjid Nurul Jihad dan masyarakat sekitar.
Keberhasilan tersebut menjadikan program Sumur Bor BMH Kaltim tidak hanya sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya menjawab persoalan akses air bersih di kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air.
Masjid Kelola Sumur Bor untuk Keberlanjutan Manfaat
Usai peresmian, pengelolaan fasilitas sumur bor diserahkan kepada pengurus Masjid Nurul Jihad. Pihak masjid telah menunjuk seorang penanggung jawab untuk memastikan fasilitas tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pengurus masjid juga akan mengatur pemanfaatan dan distribusi air agar manfaatnya tidak hanya dirasakan jamaah, tetapi juga masyarakat di sekitar masjid.
Ketua Masjid Nurul Jihad, Syahrul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan sumur bor dari BMH Kaltim dan para donatur.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hadirnya bantuan sumur bor dari BMH Kaltim. Selama ini kebutuhan air bersih di masjid dan lingkungan sekitar cukup menjadi kendala, terutama untuk wudhu, MCK, dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
BACA JUGA:
Panen 8,5 Ton Tomat di Balikpapan, Program BMH Dorong Kemandirian Petani - ibukotakini.com
Kolaborasi BMH, Polda Kaltim dan Indah Berbagi Foundation Resmikan 16 Sumur Bor - ibukotakini.com
Menurut dia, kehadiran fasilitas tersebut membuat masyarakat lebih tenang karena kebutuhan air kini dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BMH Kaltim dan seluruh pihak yang telah membantu. Insyaallah sumur bor ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya agar tidak hanya dirasakan oleh jamaah Masjid Nurul Jihad, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya.
Dengan diresmikannya fasilitas tersebut, program Sumur Bor BMH Kaltim kini telah mencapai 58 titik. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan layanan air layak, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.***
