
Sumber Mata Air Menyusut, Pasokan Air Bersih untuk 3.827 Warga Terancam
- Dari Empat Sumber Mata Air, Tinggal Satu yang Mengalir
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Krisis sumber air baku mulai mengancam layanan air bersih di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Dari empat titik mata air yang selama ini menjadi andalan pasokan Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim di kawasan PT Apiapi, kini hanya tersisa satu titik yang masih aktif.
Fakta tersebut terungkap dalam peninjauan lapangan terpadu yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kaliorang, Pitriani, bersama Kepala Perumdam TTB Cabang Kaliorang-Sangkulirang, Takimbudi Asmuri, pada Selasa (9/6/2026).
Menyusutnya sumber mata air membuat kapasitas produksi air baku turun drastis. Padahal, kebutuhan ideal untuk melayani 3.827 pelanggan di Kaliorang dan Sangkulirang mencapai 40 hingga 50 liter per detik. Saat ini, debit air yang tersedia hanya berkisar 12 hingga 15 liter per detik.
Kondisi tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut.
BACA JUGA:
SPPG di Kutai Timur Gunakan Air Kemasan Produksi PDAM - ibukotakini.com
Pitriani mengungkapkan, hasil survei menemukan sejumlah kawasan hutan di daerah tangkapan air (catchment area) Kaliorang telah mengalami pembukaan lahan dan perambahan. Kerusakan kawasan resapan itu diduga menjadi penyebab utama menyusutnya mata air.
"Saat kami melakukan survei, ditemukan beberapa titik kawasan hutan yang telah dibuka atau dirambah. Hal inilah yang membuat debit air di bak penampungan menurun drastis karena sumber mata air kita menyusut dari empat titik menjadi sisa satu titik saja," kata Pitriani.
Menurutnya, tekanan terhadap kawasan hutan di daerah tangkapan air Kaliorang sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah kecamatan akan memulai upaya reboisasi atau penghijauan kembali pada area yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan fungsi ekologis kawasan resapan air dalam jangka panjang. Namun, proses pemulihan hutan membutuhkan waktu yang tidak singkat, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih harus tetap terpenuhi setiap hari.
BACA JUGA:
Subari Tampung Keluhan Air Bersih Warga Balikpapan Timur - ibukotakini.com
Rehabilitasi Sumur Baru Ulu, PTMB Tambah Debit Air - ibukotakini.com
Sebagai solusi jangka menengah, Pemerintah Kecamatan Kaliorang mulai mempertimbangkan sumber air baku alternatif dari kawasan Gunung Sekerat. Meski demikian, Pitriani mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"Jangan sampai saat kita beralih ke Gunung Sekerat, dampaknya akan serupa seperti hari ini akibat kita tidak menjaga kelestarian hutan. Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Apakah kita tega membiarkan generasi mendatang tidak bisa menikmati kekayaan alam kita?" ujarnya.
Sementara itu, Perumdam TTB Kutim juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Kepala Perumdam TTB Cabang Kaliorang-Sangkulirang, Takimbudi Asmuri, mengatakan pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan infrastruktur yang berkaitan dengan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026.
Menurut Takimbudi, berbagai opsi perlu disiapkan sejak dini mengingat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat, sedangkan kapasitas sumber air baku yang tersedia justru semakin berkurang.
"Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bisa memberikan perhatian khusus terhadap kondisi alam di Kecamatan Kaliorang, terkhusus untuk mengamankan suplai air baku Perumdam ini," katanya.***
