
Surya Biru Murni Acetylene Bagikan Dividen Rp3,71 Miliar
- Pendapatan Tumbuh 4,17 Persen
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Surya Biru Murni Acetylene menyetujui pembagian dividen final untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Keputusan ini diumumkan setelah pemaparan laporan keuangan tahun 2025 pada Mata Acara Kedua RUPST yang berlangsung di Balikpapan, Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Direktur Utama, Rini Dwiyanti, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 11.792.189.993 (sebelas miliar tujuh ratus sembilan puluh dua juta seratus delapan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh tiga rupiah).
“Berdasarkan laba bersih tersebut, Perseroan mengusulkan pembagian dividen sebesar Rp 3.719.705.128 (tiga milyar tujuh ratus sembilan belas juta tujuh ratus lima ribu seratus dua puluh delapan rupiah), atau setara dengan Rp 4.00 (empat rupiah) per lembar saham,” kata Rini Dwiyanti.
Pemegang saham emiten berkode SBMA yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilakukan sekaligus paling lambat 08 Juli 2026.
Selain persetujuan dividen, RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih perseroan sebagai cadangan sebesar Rp 11.792.189.993. Direksi diberikan wewenang penuh untuk mengatur tata cara pembagian dividen sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Kinerja Solid
Sementara Wakil Direktur Welly Sumanteri membeberkan, sepanjang tahun buku 2025, Perseroan membukukan kinerja yang tetap solid dengan pertumbuhan yang terjaga secara disiplin dan berkelanjutan.
“Pencapaian ini didukung oleh stabilitas pendapatan yang diiringi dengan peningkatan efisiensi operasional, khususnya melalui optimalisasi biaya, peningkatan utilisasi aset, serta penguatan eksekusi di tingkat operasional,” kata Welly.
Hal ini memungkinkan Perseroan menjaga kualitas kinerja sekaligus mempertahankan margin yang sehat. Perseroan juga terus mendorong inovasi layanan serta melakukan perluasan pasar secara selektif dengan berfokus pada segmen yang potensial dan penguatan hubungan dengan pelanggan utama.
Inisiatif tersebut, yang didukung oleh langkah strategis dalam memperkuat posisi pasar serta penyempurnaan proses bisnis secara berkelanjutan, memberikan kontribusi yang terukur terhadap peningkatan kinerja secara keseluruhan.
“Kapasitas utilitas pabrik oksigen dan nitrogen telah mencapai 1.500 Sm³/jam. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatatkan total volume produksi sebesar 11.125.346 m³, yang terdiri atas produksi oksigen sebesar 6.785.431 m³ dan nitrogen sebesar 4.339.915 m³,” jelasnya.
Realisasi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar 8.674.199 m³, mencerminkan optimalisasi kapasitas produksi serta meningkatnya permintaan pasar.
Kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2025 juga menunjukkan tren yang positif, didukung oleh pertumbuhan pendapatan, pengelolaan biaya yang lebih disiplin, serta pemanfaatan aset secara lebih optimal.
Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp290,27 miliar, meningkat sebesar Rp297,01 juta atau 0,10% dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, pendapatan Perseroan mencapai Rp137,16 miliar, tumbuh sebesar Rp5,49 miliar atau 4,17% secara tahunan yang terutama didorong oleh peningkatan permintaan pada segmen liquid manufaktur seiring dengan ekspansi pasar yang dilakukan, serta penguatan kontribusi dari sektor special gas.
Komisaris Independen Surya Biru Murni, Slamet Brotosiswoyo menyebut Dewan Komisaris menilai Direksi menunjukkan kepemimpinan yang efektif dalam mengelola Perseroan, dengan menitikberatkan pada penguatan fundamental operasional, peningkatan efisiensi biaya, serta optimalisasi pemanfaatan aset.
“Dalam menghadapi tekanan terhadap profitabilitas dan dinamika permintaan pasar, Direksi mampu mengambil langkah-langkah strategis yang terukur dan responsif, termasuk dalam menjaga stabilitas produksi, memperkuat pengendalian biaya, serta meningkatkan koordinasi lintas fungsi,” kata Slamet. ***
