Komisaris Utama SBMA, Effendi
Balikpapan

Surya Biru Murni Acetylene Tetap Ekspansi di Tengah Tekanan Harga Minyak

  • Bangun Pabrik Paving Block Berstandar Internasional
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Surya Biru Murni Acetylene tetap melanjutkan rencana ekspansi bisnis pada 2026 meski menghadapi tantangan dari kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi aktivitas sejumlah sektor industri.

Komisaris Utama PT Surya Biru Murni Acetylene, Effendi, mengatakan perseroan menargetkan kinerja tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kondisi harga minyak yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diantisipasi.

"Target tahun ini kita harap bisa lebih bagus. Tapi sekarang minyak naik tinggi, banyak perusahaan tutup. Itu kelihatannya sedikit risiko kita," ujar Effendi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Sebaliknya, lonjakan harga minyak justru lebih berpengaruh karena berdampak langsung pada aktivitas sektor logistik dan pertambangan batu bara.

BACA JUGA:

Surya Biru Murni Acetylene Bagikan Dividen Rp3,71 Miliar - ibukotakini.com

Perusahaan Pelayaran di Samarinda Jajaki IPO, Investor Tembus 400 Ribu - ibukotakini.com

"Kalau dolar naik tidak begitu berdampak. Memang pembelian agak berkurang, yang paling berpengaruh itu minyak naik, karena perusahaan kargo dan batu bara banyak yang berhenti atau aktivitasnya berkurang," katanya.

Meski demikian, Effendi memastikan rencana ekspansi perusahaan tetap berjalan sesuai jadwal. Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik paving block yang memanfaatkan limbah hasil produksi perusahaan.

Saat ini mesin produksi paving block sedang dalam proses pengiriman dan dijadwalkan mulai dipasang pada bulan depan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

"Kita juga ada bangun pabrik paving block. Mesinnya sudah diperjalan. Bulan depan sudah pasang. Kalau sesuai rencana, akhir tahun sudah mulai produksi," ujarnya.

BACA JUGA:

Pemegang Saham SBMA Bahas Lima Agenda Strategis dalam RUPST 2026 - ibukotakini.com

Emiten Ritel RANC Ungkap Dampak Koperasi Merah Putih terhadap Bisnis dan Gerai - ibukotakini.com

Effendi optimistis prospek bisnis paving block sangat menjanjikan, terutama karena hingga saat ini belum banyak produsen di Kalimantan yang menghasilkan paving block dengan standar internasional.

Mesin yang dimiliki perseroan memiliki kapasitas produksi hingga 1.000 meter persegi per hari. Produk tersebut diproyeksikan menyasar berbagai proyek konstruksi, termasuk pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Pasarnya bagus karena di Kalimantan belum ada produksi paving block standar internasional. Apalagi proyek strategis seperti IKN, semuanya menggunakan paving block," katanya.

Selain membuka sumber pendapatan baru, proyek ini juga menjadi solusi pengelolaan limbah perusahaan yang selama ini harus dikirim ke Jakarta dengan biaya yang tidak sedikit.

BACA JUGA:

Rupiah Sentuh Rp18.010, Ini Dampak dan Risiko Buru-Buru Beli Dolar - ibukotakini.com

Telkom Indonesia Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun, Tunggu Persetujuan RUPS - ibukotakini.com

Menurut Effendi, setiap tahun perseroan mengeluarkan biaya sekitar Rp2 miliar untuk pengiriman limbah. Melalui pengolahan menjadi paving block, limbah tersebut kini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

"Dulu limbah harus dikirim ke Jakarta dan mengeluarkan biaya sekitar Rp2 miliar per tahun. Sekarang justru bisa menjadi pemasukan dari hasil pengolahannya," jelasnya.

Di sisi operasional, Surya Biru Murni Acetylene juga mencatat peningkatan kapasitas dan volume produksi sepanjang 2025. Kapasitas utilitas pabrik oksigen dan nitrogen telah mencapai 1.500 Sm³ per jam.

Sepanjang tahun 2025, total volume produksi perseroan mencapai 11.125.346 meter kubik. Jumlah tersebut terdiri atas produksi oksigen sebesar 6.785.431 meter kubik dan nitrogen sebesar 4.339.915 meter kubik.

BACA JUGA:

Aturan Pajak UMKM Berubah! Siapa yang Nikmati PPh Final 0,5 Persen - ibukotakini.com

Aset BPR dan BPRS Tembus Rp236,69 Triliun, OJK Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM - ibukotakini.com

Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 8.674.199 meter kubik. Peningkatan produksi ini mencerminkan optimalisasi kapasitas pabrik sekaligus meningkatnya permintaan pasar terhadap produk gas industri yang dihasilkan perseroan.

Dengan ekspansi bisnis baru serta peningkatan kapasitas produksi, Surya Biru Murni Acetylene optimistis dapat menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat posisinya di pasar gas industri nasional.***