Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin mendesak pemerintah mempertimbangkan bantuan Singapura untuk mempercepat pemadaman karhutla berkepanjangan.
Politik

Syafruddin Ingatkan Pemerintah Tak Gengsi Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla

  • Minta Tawaran Bantuan Singapura Ditindaklanjuti
Politik
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin mendesak pemerintah mempertimbangkan bantuan internasional untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung berbulan-bulan. 

Ia menyebut, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah dampak kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Anggota DPR RI asal Kaltim itu mengatakan, pemerintah perlu memaksimalkan seluruh sumber daya untuk menangani kebakaran. Jika kapasitas dalam negeri belum mencukupi, bantuan dari negara lain dapat menjadi dukungan tambahan untuk mempercepat pemadaman.

“Karhutla ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Masyarakat terus-menerus berada dalam kepungan asap dan harus menanggung dampaknya setiap hari. Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Pemerintah harus mengerahkan seluruh kemampuan yang ada dan tidak perlu ragu mempertimbangkan bantuan negara lain apabila itu dapat mempercepat pemadaman,” ujar Syafruddin dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, Sabtu (17/10/2026).

BACA JUGA: 

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Balikpapan Perpanjang Masa PJJ Sekolah - ibukotakini.com

Politisi PKB itu menilai, karhutla berkepanjangan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga masalah kemanusiaan. Kabut asap mengancam kesehatan masyarakat sekaligus menghambat kegiatan belajar, pekerjaan, transportasi, dan aktivitas ekonomi.

Menurut dia, dukungan internasional dapat berupa pesawat pemadam, teknologi pemantauan titik api, peralatan penanggulangan kebakaran, hingga tenaga ahli yang berpengalaman menangani kebakaran hutan berskala besar.

“Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, apalagi soal gengsi. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana api bisa segera dipadamkan dan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih. Kalau ada negara sahabat yang memiliki teknologi, peralatan, atau kapasitas yang bisa membantu, pemerintah perlu mempertimbangkannya secara serius,” tegasnya.

Syafruddin Minta Tawaran Bantuan Singapura Ditindaklanjuti

Syafruddin menyebut Singapura sebagai salah satu negara yang telah menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani karhutla. Ia meminta pemerintah menindaklanjuti tawaran tersebut secara cepat, terukur, dan transparan sesuai kebutuhan di lapangan.

BACA JUGA:

Imbas Kabut Asap Karhutla, Sektor Wisata Balikpapan Mulai Landai - ibukotakini.com

Menurutnya, bantuan asing tidak dimaksudkan untuk menggantikan kemampuan nasional, melainkan memperkuat operasi pemadaman, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi kebutuhan operasional di setiap wilayah terdampak, termasuk ketersediaan peralatan, logistik, personel, dan teknologi pendukung.

“Kita melihat petugas pemadam, aparat, relawan, dan masyarakat sudah berjibaku untuk mengendalikan kebakaran. Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi ini dengan sumber daya yang terbatas. Negara harus memastikan mereka mendapatkan peralatan, dukungan logistik, teknologi, dan perlindungan yang memadai,” katanya.

Syafruddin juga mengingatkan bahwa proses penanganan bantuan tidak boleh terhambat birokrasi yang berlarut-larut apabila dukungan tersebut memang dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman.

BACA JUGA:

Kaltim Darurat Karhutla! 8.713 Hektar Lahan Hangus - ibukotakini.com

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap bantuan internasional harus berada di bawah koordinasi pemerintah Indonesia. Pembagian tugas dan jenis dukungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasi agar tidak mengganggu koordinasi antarlembaga.

Kabut Asap Ancam Kesehatan Masyarakat

Selain mendorong percepatan pemadaman, Syafruddin menyoroti dampak kabut asap terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit pernapasan.

Paparan asap kebakaran berpotensi memperburuk kondisi kesehatan. Dalam jangka pendek, kabut asap juga dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar, transportasi, serta mata pencaharian masyarakat.

Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan upaya pemadaman berjalan beriringan dengan perlindungan warga terdampak.

“Setiap hari kebakaran belum tertangani berarti masyarakat harus kembali menghirup asap dan menghadapi risiko kesehatan. Karena itu, semua pilihan yang dapat mempercepat pemadaman harus dikaji secara serius,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Perusahaan Sawit Kaltim Ungkap Dampak Karhutla - ibukotakini.com

Syafruddin menegaskan, prioritas penanganan karhutla harus berfokus pada penghentian kebakaran, perlindungan masyarakat, dan pemulihan lingkungan agar warga dapat kembali beraktivitas dengan aman. ***