Tak Lagi Berupa Barang, Bantuan Kartu Penajam Cerdas Kini Ditransfer Tunai
Penajam

Tak Lagi Berupa Barang, Bantuan Kartu Penajam Cerdas Kini Ditransfer Tunai

  • Kebijakan pengalihan Bantuan Keuangan Langsung ke rekening penerima ini didasari oleh evaluasi penyaluran
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi mengubah skema penyaluran bantuan pendidikan Kartu Penajam Cerdas pada tahun anggaran 2026.

Jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk barang fisik seperti seragam dan sepatu, kini Pemkab PPU menyalurkannya dalam bentuk bantuan tunai senilai Rp600.000 per siswa langsung ke rekening orang tua.

Perubahan mekanisme tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, saat menyerahkan secara simbolis Kartu Penajam Cerdas kepada para orang tua siswa, Selasa (27/10/2026).

"Melalui skema baru ini, orang tua memiliki keleluasaan penuh untuk membeli perlengkapan sekolah yang benar-benar dibutuhkan anak, mulai dari menentukan ukuran hingga kualitas barang yang tepat," ungkap Abdul Waris Muin.

Abdul Waris menjelaskan bahwa kebijakan pengalihan Bantuan Keuangan Langsung ke rekening penerima ini didasari oleh evaluasi penyaluran barang pada tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah kerap mendapati laporan terkait ketidaksesuaian ukuran seragam maupun sepatu yang dibagikan kepada para siswa.

BACA JUGA:

Lampaui Target Nasional, Kepemilikan KIA di PPU Capai 87,83 Persen - ibukotakini.com

Beberapa Poin Utama Keunggulan Skema Baru Kartu Penajam Cerdas 2026. 

  • Sesuai Kebutuhan Real: Orang tua bebas membelanjakan dana sesuai kebutuhan prioritas anak.
  • Kenyamanan Siswa: Menghindari masalah seragam atau sepatu kekecilan/kebesaran.
  • Transparansi: Bantuan dikirim langsung via rekening sebesar Rp600.000 per siswa tanpa potongan.

"Kami tidak ingin ada anak yang menerima seragam atau sepatu dengan ukuran tidak pas sehingga tidak nyaman dipakai ke sekolah. Pemkab PPU berkomitmen untuk terus meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak terpenuhi," tegasnya.

Ia berharap dengan sistem ini dapat membantua Masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan dan menekan angka putus sekolah. 

“Manfaatkan bantuan pemerintah untuk pendidikan anak-anak,” pesannya.

Sebagai informasi, penyaluran pertama dilaksanakan sejak 8 Oktober lalu, dimulai dari wilayah pesisir yakni Jenebora, Gersik dan Pantai Lango.  

Secara keseluruhan, ada 19 titik layanan jemput bola yang disiapkan untuk penyaluran KPC. Pada tahap pertama ini, KPC disalurkan kepada siswa tingkat SD dan SMP. (Adv-Diskominfo PPU)