
Tak Mau Lagi Kecolongan, Prabowo Siapkan Drone Tangani Karhutla
- Helikopter dan Pompa Air Ditambah
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengubah pola penanganan bencana dengan memperkuat mitigasi jauh sebelum bencana terjadi. Pemerintah akan menambah signifikan anggaran mitigasi bencana serta menyiapkan berbagai peralatan, termasuk pesawat modifikasi cuaca dan drone yang mampu menjatuhkan air.
Prabowo menegaskan, kesiapan menghadapi bencana tidak boleh dilakukan setelah kejadian berlangsung. Pemerintah harus memiliki peralatan dan sumber daya yang sudah tersedia di wilayah yang berisiko mengalami bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” kata Prabowo.
Salah satu rencana yang disiapkan pemerintah adalah mengalokasikan pesawat untuk mendukung modifikasi cuaca. Presiden juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji zat yang paling efisien untuk mempercepat proses modifikasi cuaca.
BACA JUGA:
Karhutla di IKN Meluas, Puluhan Personel Dikerahkan Cegah Api ke Permukiman - ibukotakini.com
Selain itu, pemerintah akan mempertimbangkan penggunaan drone berukuran besar untuk membantu penanganan kebakaran.
Menurut Prabowo, terdapat drone yang mampu mengangkut dan menjatuhkan sekitar 50 kilogram air. Jika 10 drone digunakan secara bersamaan, kapasitas air yang dapat dijatuhkan mencapai sekitar 500 kilogram atau setengah ton dalam satu operasi.
“Minimal kalau ada di tempat terdepan, ini akan sangat...” ujar Prabowo.
Prabowo Minta Helikopter dan Pompa Air Ditambah
Prabowo juga meminta pemerintah menyiapkan peralatan penanggulangan bencana dalam jumlah lebih besar. Ia bahkan menekankan prinsip lebih baik berlebih daripada kekurangan dalam perencanaan mitigasi.
BACA JUGA:
Karhutla Kutim Tembus 81 Kejadian, 51 Hotspot Masih Dipantau BPBD - ibukotakini.com
Ia meminta Menteri Sekretaris Negara berkoordinasi dengan Menteri Keuangan serta Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk memperkuat kebutuhan peralatan tersebut.
“Lebih banyak helikopter, lebih baik. Lebih banyak pompa air, lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran, lebih baik,” tegasnya.
Tak hanya peralatan berskala besar, pemerintah juga diminta menempatkan ekskavator berukuran kecil di desa-desa yang secara historis kerap terdampak kebakaran hutan.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika kebakaran muncul di lokasi yang sulit dijangkau.
Indonesia Hadapi Ancaman Bencana di Ring of Fire
Prabowo mengatakan Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi hingga aktivitas gunung api dan kebakaran hutan.
Ia menyinggung gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta persoalan kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi tantangan.
Menurut Prabowo, posisi Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire membuat pemerintah harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah perlu memperkuat anggaran mitigasi.
BACA JUGA:
10 Kali Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla di IKN - ibukotakini.com
“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ujar Prabowo.
Pemerintah Susun Master Plan Mitigasi Bencana
Prabowo juga mengapresiasi respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia menilai respons terhadap bencana di wilayah tersebut sudah cukup cepat dan masif. Namun, pengalaman menghadapi bencana dan kebakaran hutan tetap harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah antisipasi.
Prabowo meminta seluruh unsur pemerintah memasukkan pengalaman tersebut ke dalam perencanaan penanggulangan bencana ke depan.
“Kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif,” katanya.***
