Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan bantuan puluhan selang pemadam ini merupakan bagian dari program distribusi peralatan penanganan karhutla yang menyasar 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur
Penajam

Tangani Karhutla, BPBD PPU Terima 50 Selang Pemadam Pemprov Kaltim

  • Sinergi Lintas Sektor dan Validasi Data Bantuan
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah taktis ini diwujudkan melalui penerimaan bantuan 50 unit selang pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Bantuan logistik penanganan bencana tersebut langsung didistribusikan ke berbagai pos pemadam kebakaran yang tersebar di wilayah PPU guna memaksimalkan respons cepat di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan bantuan puluhan selang pemadam ini merupakan bagian dari program distribusi peralatan penanganan karhutla yang menyasar 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

"Bantuan ini sangat menunjang operasional petugas di lapangan, terutama dalam mengoptimalkan penanganan karhutla di wilayah PPU," ungkap Nurlaila, Selasa (3/11/2026).

Selain mendapat dukungan penuh dari Pemprov Kaltim, BPBD PPU juga menerima tambahan bantuan selang pemadam dari Bank Indonesia (BI). 

Kendati demikian, pihaknya menyatakan bahwa pendataan terkait jumlah pasti dan spesifikasi bantuan dari lembaga keuangan tersebut masih dalam proses validasi.

BACA JUGA:

Pemkab PPU Siapkan Mitigasi Krisis Air Bersih - ibukotakini.com

“Sinergi lintas sektor ini dinilai sangat krusial mengingat luasnya cakupan wilayah serta tantangan geografis di PPU yang berstatus sebagai serambi Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nurlaila menekankan bahwa penambahan kuantitas peralatan harus selalu diimbangi dengan pemenuhan spesifikasi teknis yang memadai sesuai medan di lapangan. 

Di mana standar perangkat pemadaman karhutla berbeda jauh dengan penanganan kebakaran perkotaan biasa.

"Peralatan kebakaran hutan dan lahan ini kan ada spesifikasinya, ada kemampuan bekerjanya. Kekuatan dan kualitas peralatan menjadi faktor penentu efektivitas petugas saat berjibaku di lokasi kebakaran," tegasnya.

Medan yang berat serta karakteristik api di lahan gambut atau semak belukar menuntut perlengkapan yang memiliki daya tahan, fleksibilitas, dan performa tingkat tinggi. 

Oleh karena itu, kebutuhan sarana prasarana di BPBD PPU tidak hanya berfokus pada selang pemadam, melainkan mencakup berbagai perangkat pendukung berstandar khusus lainnya.

Dia optimistis penanganan karhutla ke depan dapat berjalan jauh lebih efektif. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan responsivitas dan keselamatan personel dalam memitigasi bencana lingkungan di Kalimantan Timur.

"Kalau kebakaran hutan dan lahan, tentunya spesifikasinya harus lebih baik, lebih bagus, dan lebih kuat," pungkas Nurlaila. (Adv-Diskominfo PPU)