
Target Jalan Provinsi Kaltim Mulus 100 Persen pada 2029
- Pemprov Gelontorkan Rp 2 Triliun
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menetapkan target ambisius dalam pembenahan infrastruktur daerah.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, seluruh ruas jalan provinsi ditargetkan dalam kondisi mantap 100 persen pada tahun 2029.
Sebagai langkah awal percepatan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran fisik sebesar Rp 2,08 triliun untuk tahun anggaran 2025.
Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan kunci utama mewujudkan pemerataan ekonomi.
BACA JUGA:
Libur Nataru, Arus Kendaraan di Tol Balsam Diprediksi Naik 21 Persen - ibukotakini.com
"Sulit mewujudkan pembangunan inklusif, merata, dan berkeadilan jika jalan kita masih banyak yang rusak. Ini harus menjadi fokus kita bersama," ujar Rudy Mas’ud dalam kunjungan kerjanya, beberapa waktu lalu.
Peta Jalan Menuju 100 Persen Mantap
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.597/2023, total panjang jalan provinsi di Kalimantan Timur mencapai 938,85 kilometer (km).
Hingga tahun 2024, kondisi jalan mantap tercatat sepanjang 771,84 km atau setara 82,21 persen. Sisanya, sepanjang 167,01 km (17,79 persen), masih dalam kondisi belum mantap.
BACA JUGA:
Tol Fungsional IKN Dibuka Gratis Saat Libur Nataru - ibukotakini.com
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Pemprov Kaltim telah menyusun indikator sasaran pembangunan secara bertahap:
- Tahun 2025: Target jalan mantap 804,59 km (85,70%)
- Tahun 2026: Target jalan mantap 843,46 km (89,84%)
- Tahun 2027: Target jalan mantap 878,95 km (93,62%)
- Tahun 2028: Target jalan mantap 916,04 km (97,57%)
- Tahun 2029: Tuntas 100% atau 938,85 km dalam kondisi mantap
Prioritas Anggaran 2025: Fokus Konektivitas Wilayah
Untuk mengejar target tahun pertama RPJMD, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim akan mengelola pagu anggaran fisik sebesar Rp 2.084.144.129.121. Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan jalan baru, rekonstruksi, pelebaran jalan, hingga perbaikan jembatan.
BACA JUGA:
Tahun 2026, KPPU Kaltim Fokus Awasi Sektor Strategis - ibukotakini.com
Konektivitas ke wilayah perbatasan dan pedalaman menjadi prioritas guna menekan disparitas harga kebutuhan pokok dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Berikut adalah rincian proyek strategis infrastruktur Kaltim tahun 2025:
1. Pembangunan Jalan Baru dan Akses Perbatasan
Pembangunan difokuskan pada pembukaan akses ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau, termasuk perbatasan dengan Kalimantan Utara.
- Jalan akses Sei Nibung 1 dan 2.
- Jalan Tering–Ujoh Bilang (Segmen 1-4).
- Jalan Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai.
- Jalan Long Bagun–Long Boh (Perbatasan Kaltara).
2. Rekonstruksi Jalan Rusak
Perbaikan masif dilakukan pada jalur-jalur logistik dan mobilitas utama warga.
- Ruas Talisayan–Tanjung Redeb dan Batas Kutai Timur–Talisayan (termasuk DBH Sawit).
- Simpang 4 Kaliorang–Batas Berau.
- Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road II) dan Jalan DI Pandjaitan II di Samarinda.
- Jalan Simpang 3 Kota Bangun–Kota Bangun.
- Jalan Letjen Urip Sumoharjo (Bontang) dan Jalan Lingkar Stadion Palaran.
3. Pelebaran Jalan
Untuk meningkatkan kenyamanan dan kapasitas jalan, pelebaran dilakukan di titik-titik padat kendaraan.
- Jalan Simpang 4 Sambera–Muara Badak.
- Jalan Simpang Samboja–Batas Balikpapan.
- Jalan Simpang Pasir (Samarinda) dan Jalan Km 5.
4. Jembatan dan Penahan Tebing (Turap)
Selain jalan, infrastruktur pendukung seperti jembatan dan turap juga mendapat perhatian serius untuk mencegah longsor dan memastikan keamanan jembatan.
- Pembangunan turap/bronjong di ruas Samarinda Seberang–Jembatan Sanga-Sanga.
- Pembangunan fender Jembatan Sambaliung I dan Jembatan Dondang.
- Perbaikan Jembatan Manggar Besar (Balikpapan) dan Jembatan Mahulu (Samarinda).
Gubernur Rudy Mas'ud optimistis, percepatan infrastruktur ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. "Peningkatan aksesibilitas akan sangat berperan penting mendukung ketahanan pangan, energi, serta memperlancar arus lalu lintas yang berdampak positif bagi masyarakat Kalimantan Timur," pungkasnya. ***
