
Tekan Biaya Operasional, DLH PPU Maksimalkan Muatan Truk Sampah
- DLH PPU kurangi armada pengangkut sampah dari 16 menjadi 12 unit dan optimalkan kapasitas muatan truk
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terpaksa mengurangi jumlah armada pengangkut sampah yang beroperasi dari 16 unit menjadi 12 unit.
Kebijakan darurat ini ditempuh guna menekan biaya operasional yang membengkak di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang melonjak hingga Rp25.700 per liter.
Kepala DLH PPU, Kuncoro, mengatakan bahwa pengurangan armada tersebut tidak serta-merta menghentikan pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat.
Pihaknya menyiasatinya dengan mengoptimalkan kendaraan yang tersisa melalui peningkatan volume muatan agar penggunaan bahan bakar menjadi jauh lebih efisien.
“Kami tetap mengoptimalkan pengangkutan meskipun kondisi sekarang sudah tertatih-tatih karena kenaikan BBM. Jadi, kami melakukan efisiensi dengan harga Dexlite yang saat ini Rp25.700 per liter,” ungkap Kuncoro, pada Jumat (15/10/2026).
Kuncoro menjelaskan, sebanyak enam unit kendaraan pengangkut sampah di instansinya memiliki spesifikasi mesin khusus yang tidak memungkinkan untuk menggunakan bahan bakar solar biasa atau biosolar, sehingga bergantung penuh pada Dexlite.
Di tengah lonjakan biaya operasional tersebut, DLH PPU sebenarnya telah mendapatkan tambahan alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026 sebesar Rp550 juta. Kendati demikian, dana tersebut harus dikelola secara ketat untuk mencukupi kebutuhan operasional hingga akhir tahun, mengingat kebutuhan BBM bulanan saja telah memakan anggaran sekitar Rp200 juta.
BACA JUGA:
Buka Ruang Dialog, Diskominfo PPU Gaungkan Tiga Pilar Kolaborasi Digital - ibukotakini.com
“Kami mendapat tambahan anggaran di APBD Perubahan Rp550 juta. Mudah-mudahan cukup sampai akhir tahun karena kebutuhan BBM dalam satu bulan sekitar Rp200 juta,” tambahnya.
Besarnya alokasi anggaran tersebut tidak hanya terserap untuk armada truk dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung, tetapi juga untuk membiayai operasional alat berat yang bertugas menguruk sampah di TPA.
Sebagai langkah mitigasi efisiensi, pihaknya mengevaluasi ulang kapasitas muatan efektif setiap kendaraan. Berdasarkan hasil pemantauan pada timbangan TPA sebelumnya, muatan sejumlah truk kerap kali hanya berkisar di angka dua ton atau bahkan kurang.
Kini, DLH menetapkan target minimal tiga ton sampah dalam setiap kali pengangkutan. Dengan standar baru ini, jumlah armada operasional dapat dipangkas tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan kebersihan publik.
“Kalau mengangkut satu ton, rugi BBM. Makanya, muatannya kami maksimalkan dan empat unit kendaraan kami siagakan,” jelas Kuncoro.
Ke depan, DLH PPU juga merencanakan pengadaan kendaraan roda tiga (Kaisar) guna menjangkau kawasan permukiman padat atau lorong sempit yang sulit dilalui truk besar. (Adv-Diskominfo PPU)
