Balikpapan Coal Terminal, salah satu fasilitas milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Ekbis

Terungkap! Begini Kronologi Haji Isam Beli 30% Saham Bayan dari Low Tuck Kwong

  • Bayan Belum mengetahui Kapan Transaksi Rampung
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Alexander Ery Wibowo mengungkap kronologi rencana pembelian 30 persen saham Bayan Resources oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Dari penjelasan manajemen, Bayan Resources baru mengetahui adanya transaksi tersebut pada 16 September 2026, setelah menerima surat dari Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Pada hari yang sama, keduanya menyampaikan bahwa telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama.

Transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham BYAN atau setara sekitar 30 persen dari seluruh saham Bayan Resources yang telah ditempatkan dan disetor penuh. 

Bayan Tak Terlibat dalam Negosiasi Haji Isam dan Low Tuck Kwong

Alexander menjelaskan, pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh pihak penjual dan tidak melibatkan Bayan Resources, Direksi maupun Dewan Komisaris perseroan.

Pengecualiannya adalah Low Tuck Kwong yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Bayan Resources.

“Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato' Low Tuck Kwong yang juga merupakan Presiden Direktur Perseroan,” demikian penjelasan manajemen dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Jumat (25/9/2026).

Karena itu, perseroan menyatakan belum memperoleh informasi tambahan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low mengenai proses negosiasi sebelum penandatanganan CSPA.

Kapan Bayan Mengetahui Rencana Akuisisi Haji Isam?

Manajemen Bayan secara tegas menyebut 16 September 2026 sebagai waktu pertama perseroan mengetahui adanya transaksi antara pemegang saham dan PT Jhonlin Baratama.

Pada tanggal tersebut, Bayan menerima surat dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang mengungkapkan bahwa CSPA telah ditandatangani.

Sehari kemudian, 17 September 2026, Bayan mengumumkan informasi tersebut kepada publik melalui keterbukaan informasi.

Manajemen juga ditanya mengenai kabar akuisisi Bayan oleh Haji Isam yang telah beredar di media massa sejak 17 Agustus 2026.

Namun, Bayan menyatakan tidak mengetahui apakah terdapat hubungan antara informasi yang beredar sejak Agustus tersebut dengan transaksi yang kemudian diumumkan pada September.

Perseroan menegaskan hanya menjalankan kewajiban keterbukaan informasi setelah mengetahui adanya informasi atau fakta material.

Haji Isam Akan Beli 30 Persen Saham BYAN

Berdasarkan informasi yang diterima Bayan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low, PT Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham BYAN.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 persen saham Bayan Resources.

Namun, manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui nilai transaksi maupun dasar penentuan harga jual beli saham tersebut. 

Dengan demikian, berbagai estimasi nilai transaksi yang beredar di pasar tidak dapat dianggap sebagai nilai resmi transaksi karena Bayan sendiri menyatakan tidak mengetahui angka tersebut.

Kapan Akuisisi Haji Isam Rampung?

Belum ada tanggal yang bisa dipastikan.

Alexander Ery Wibowo mengatakan Bayan Resources tidak mengetahui target waktu atau estimasi penyelesaian transaksi.

Perseroan juga belum memperoleh informasi mengenai:

  • kondisi pendahuluan yang harus dipenuhi;
  • status pemenuhan masing-masing kondisi pendahuluan;
  • tahapan transaksi setelah CSPA ditandatangani;
  • timeline hingga penyelesaian transaksi; serta
  • kondisi yang dapat menyebabkan transaksi batal atau dihentikan.

Artinya, penandatanganan CSPA pada 16 September 2026 belum berarti transaksi 30 persen saham BYAN telah selesai. Penyelesaian masih bergantung pada pemenuhan sejumlah conditions precedent yang disepakati para pihak. 

Low Tuck Kwong Tetap Pengendali Bayan

Menariknya, meski Jhonlin Baratama akan memperoleh sekitar 30 persen saham BYAN, status pengendalian Bayan Resources berdasarkan informasi perseroan belum berubah.

Setelah transaksi selesai, Low Tuck Kwong diperkirakan memiliki 20,853 persen saham, sedangkan Elaine Low sekitar 11,4 persen.

Bayan menyatakan Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan berdasarkan informasi yang diterima manajemen. 

Transaksi dan Persetujuan RKAB Disebut Tak Berkaitan

Alexander juga menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan transaksi saham dengan persetujuan tambahan kuota produksi batu bara Bayan.

Menurut perseroan, proses persetujuan pemberian kuota tidak memiliki keterkaitan dengan rencana transaksi saham Jhonlin Baratama.

Proses tersebut disebut sebagai mekanisme tersendiri yang dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Tiga anak usaha Bayan, yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya dan PT Fajar Sakti Prima, kemudian memperoleh persetujuan perubahan RKAB 2026 pada 23 September 2026, sehingga kegiatan operasional ketiganya dapat kembali berjalan normal. 

Kronologi Singkat Transaksi Haji Isam-Bayan

TanggalPeristiwa
17 Agustus 2026Informasi mengenai rencana akuisisi Bayan oleh Haji Isam mulai beredar di media
16 September 2026Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani CSPA dengan PT Jhonlin Baratama
16 September 2026Bayan menyatakan pertama kali mengetahui transaksi setelah menerima surat dari kedua penjual
17 September 2026Bayan mengungkap transaksi kepada publik
23 September 2026Tiga anak usaha Bayan memperoleh persetujuan perubahan RKAB 2026
25 September 2026Manajemen memberikan penjelasan tambahan kepada BEI mengenai kronologi dan status transaksi
Saat iniTarget penyelesaian transaksi belum diketahui oleh Bayan Resources

Inti beritanya: transaksi 30 persen saham BYAN memang sudah dituangkan dalam CSPA, tetapi belum ada kepastian kapan transaksi benar-benar diselesaikan. Bahkan Bayan Resources mengaku baru mengetahui transaksi setelah perjanjian ditandatangani, karena proses negosiasi dilakukan langsung antara Low Tuck Kwong, Elaine Low dan PT Jhonlin Baratama. ***