
Tes Urin Sopir Diperketat Jelang Mudik Lebaran 1447 Hijriah
- Langkah ini untuk memastikan aspek keselamatan tidak hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi pengemudi
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemeriksaan kesehatan terhadap sopir angkutan umum mulai diperketat menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026.
Di Terminal Batu Ampar, tes urin menjadi bagian dari upaya keselamatan transportasi yang dilakukan lintas instansi.
Dokter pemeriksa dari Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Agus Iriansyah mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam memastikan aspek keselamatan tidak hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi pengemudi.
"Pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan bersama instansi terkait terhadap sopir bus, khususnya rute jarak menengah hingga jauh seperti Balikpapan–Samarinda," jelasnya pada Rabu, 18 Maret 2026.
Agus menjelaskan, pengawasan terhadap pengemudi menjadi salah satu pilar penting dalam sistem keselamatan transportasi.
“Jadi selain ram check kendaraan, ada juga pilar keselamatan lain yaitu pengemudi. Di dalamnya termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes urin untuk memastikan sopir benar-benar dalam kondisi layak berkendara,” terangnya.
Menurutnya, tes urin menjadi krusial terutama pada masa puncak arus mudik. Di mana beban kerja sopir meningkat dan berisiko memicu penyalahgunaan zat terlarang.
BACA JUGA:
H-3 Lebaran, Puluhan Aduan THR Masuk ke Disnaker Balikpapan - ibukotakini.com
“Kita tidak ingin ada sopir yang menggunakan narkoba demi menjaga stamina. Itu sangat berbahaya karena bisa memengaruhi kesadaran dan konsentrasi saat berkendara,” tegasnya.
Selain tes urin, pemeriksaan juga mencakup kondisi kesehatan dasar seperti tekanan darah dan kadar gula darah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi terjadi selama perjalanan.
“Idealnya tekanan darah di bawah 140. Kalau sudah di atas 170, itu tidak layak jalan dan harus istirahat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga berlaku pada kadar gula darah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka tinggi, pengemudi dapat dibatasi atau tidak diperkenankan bertugas.
“Yang kita khawatirkan adalah gangguan kesadaran di jalan. Risikonya bukan hanya ke sopir, tapi juga penumpang,” tambahnya.
Ke depan, pemeriksaan diharapkan dilakukan secara menyeluruh sebelum keberangkatan, termasuk pemberian penanda khusus bagi kendaraan dan sopir yang telah dinyatakan layak jalan.
“Kita ingin sebelum berangkat sudah ada tanda bahwa kendaraan dan sopir sudah diperiksa, sehingga benar-benar siap,” ujarnya.
Sementara itu, sopir bus rute Balikpapan–Samarinda, Abdul Mukmin, mengaku mendukung pemeriksaan tersebut karena berdampak langsung pada keselamatan perjalanan.
“Saya rasa ini sangat baik, karena kalau tubuh sehat kita bisa lebih fokus berkendara,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Terminal Batu Ampar, belum ditemukan sopir yang terindikasi menggunakan narkoba. (Adv Diskominfo Balikpapan)
