
Tiga Raksasa Jepang Alihkan Arah ke India, Pusat Baru Otomotif Dunia
- Pada 2024, India menduduki posisi keempat produsen kendaraan terbesar di dunia
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Peta industri otomotif global tengah bergeser. Tiga raksasa otomotif asal Jepang Toyota, Honda, dan Suzuki melakukan ekspansi besar-besaran di India, menandai peralihan strategis dari dominasi manufaktur China ke Asia Selatan.
Langkah ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat basis produksi dan ekspor global sekaligus mengurangi ketergantungan pada China di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Toyota dan Suzuki mengumumkan investasi gabungan senilai US$11 miliar, sementara Honda menyiapkan India sebagai pusat produksi kendaraan listrik (EV) generasi terbaru.
“India adalah pilihan tepat untuk menggantikan pasar China,” ujar analis Pelham Smithers Associates, Julie Boote, dikutip dari Nikkei Asia, Jumat (7/11/2025).
India Jadi Magnet Baru Manufaktur
India kini dipandang sebagai lokasi strategis dengan biaya tenaga kerja yang rendah, sumber daya manusia melimpah, serta dukungan kuat dari pemerintah melalui berbagai insentif industri.
Kebijakan protektif yang membatasi produsen mobil asal China seperti BYD, memberi peluang lebih luas bagi perusahaan Jepang untuk memperkuat posisi mereka di pasar otomotif India yang terus tumbuh pesat.
BACA JUGA:
RDMP Balikpapan Masuki Fase Operasi, Energi Nasional Makin Kuat - ibukotakini.com
Data terbaru menunjukkan investasi Jepang di sektor transportasi India melonjak tujuh kali lipat antara 2021–2024 menjadi 294 miliar yen. Sebaliknya, investasi Jepang di China justru anjlok hingga 83% pada periode yang sama.
Toyota dan Suzuki Pimpin Ekspansi
Toyota menargetkan pangsa pasar 10% mobil penumpang di India, naik dari 8% saat ini. Presiden Toyota Motor, Koji Sato, menyebut pasar India akan menjadi tulang punggung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Toyota mengalokasikan lebih dari US$3 miliar untuk membangun pabrik baru di Maharashtra yang akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta unit per tahun sebelum 2030.
Sementara itu, Suzuki Motor Corporation berencana menambah investasi US$8 miliar guna memperluas kapasitas produksi dari 2,5 juta menjadi 4 juta unit per tahun.
“Kami ingin menjadikan India sebagai pusat produksi global Suzuki,” tegas Toshihiro Suzuki, Presiden Suzuki Motor.
Tak ingin tertinggal, Honda Motor Co. menjadikan India sebagai pasar prioritas kedua setelah Amerika Serikat. Perusahaan akan memulai produksi seri kendaraan listrik “Zero” di India pada 2027, dengan target ekspor ke Jepang dan negara Asia lainnya.
BACA JUGA:
PLN Nyalakan SUTT Talisayan–Maloy, Tenaga Baru untuk Ekonomi Kaltim - ibukotakini.com
Pertumbuhan ekonomi India yang stabil di kisaran 8% per tahun menjadi magnet bagi investasi asing. Produksi mobil penumpang India kini mencapai 5 juta unit per tahun, dengan ekspor lebih dari 800.000 unit, naik sekitar 15% dibanding tahun lalu.
Pada 2024, India menduduki posisi keempat produsen kendaraan terbesar di dunia, di bawah China, Amerika Serikat, dan Jepang. Produksi tahunan telah melampaui 6 juta unit, menegaskan peran India sebagai kekuatan baru dalam rantai pasok global otomotif.
Reformasi pajak “GST 2.0” dan kebijakan industri yang pro-investasi turut memperkuat daya tarik India di mata investor Jepang.
Gabungan antara pasar domestik yang besar, kapasitas produksi yang masif, dan investasi asing yang deras, menjadikan India bukan sekadar pasar berkembang melainkan pemain kunci dalam lanskap otomotif dunia.
“India kini bukan hanya pasar alternatif, tetapi pusat pertumbuhan baru bagi industri otomotif global,” tulis Nikkei Asia. ***
