
Tiga Surat Anak SD Bikin Wali Kota Balikpapan Terharu di Upacara Hardiknas
- Dalam momen Hardiknas, Wali Kota Rahmad Mas’ud membacakan tiga surat tulisan tangan dari pelajar sekolah dasar yang dikirim lewat Kantor Pos Indonesia.
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di halaman Balai Kota Balikpapan berlangsung penuh makna. Dalam momen tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud membacakan tiga surat tulisan tangan dari pelajar sekolah dasar yang dikirim lewat Kantor Pos Indonesia.
Ketiga surat itu ternyata cukup membuat orang nomor satu di Balikpapan itu terharu mengingat di era digial seperti saat ini masih ada yang menggunakan cara tersebut.
“Di era digital seperti sekarang, mereka masih menulis surat dengan tangan dan mengirimkannya lewat pos. Ini luar biasa. Saya bacakan tadi, saya terharu,” ungkap Rahmad, Jumat 2 Mei 2025.
Surat-surat tersebut berasal dari tiga siswa SD di Balikpapan. Mereka menulis dengan polos, tulus, dan penuh semangat tentang pengalaman sekolah dan rasa terima kasih mereka kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
Surat pertama dari Ali Fayuki Fathiyaturrahman, siswa SDN 011 Balikpapan Utara, yang menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan seragam sekolah. Ia menulis:
“Bapak, terima kasih sudah dibuatkan baju. Bajunya bagus banget, saya jadi terlihat cantik. Terima kasih juga, saya jadi bisa sekolah di SD 011. Selamat Hari Pendidikan Nasional, berjaya selalu pendidikan Kota Balikpapan.”
Surat kedua datang dari Siti Jihan Talita Azizah, yang menyoroti kenyamanan lingkungan sekolah dan tekadnya untuk terus belajar.
BACA JUGA:
Hardiknas, Buku “Aku Cinta Balikpapan” Diperkenalkan Usia Dini - ibukotakini.com
“Saya senang sekolah di sekolah ini karena banyak teman dan lapangannya luas. Di Hari Pendidikan ini saya semangat dan akan rajin belajar agar pendidikan terus maju,” tulisnya.
Sedangkan surat ketiga dari Kianiba, yang juga menulis dengan penuh semangat dan rasa terima kasih:
“Terima kasih Bapak Walikota telah memberikan topi, baju, celana, dan ikat pinggang. Di Hari Pendidikan ini, semoga pendidikan kita bisa terus maju dan jaya.”
Menurut Rahmad, surat-surat dari siswa itu menjadi pengingat bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak, tempat yang harus nyaman secara emosional, intelektual, dan spiritual.
“Ketulusan anak-anak ini menyentuh hati. Ini pelecut semangat bagi kami agar pendidikan di Balikpapan terus maju, merata, dan berkualitas,” kata Rahmad.
Rahmad mengatakan bahwa selama tiga tahun kepemimpinannya, sudah ada empat sekolah baru yang dibangun di Balikpapan. Pemerintah Kota juga memberikan perhatian pada penyediaan perangkat belajar berbasis teknologi.
“Laptop, perangkat IT, dan jaringan digital itu prioritas, karena anak-anak kita harus siap menghadapi masa depan yang serba digital,” ujarnya.
BACA JUGA:
Peringati May Day, Balikpapan Punya Bus Kesemas - ibukotakini.com
Dalam sambutannya, Rahmad juga menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, sejalan dengan amanat konstitusi.
“Momen Hardiknas ini sekaligus pengingat, sebagaimana pesan Presiden Prabowo bahwa pendidikan adalah hak semua warga. Kami di Balikpapan telah menunjukkan komitmen itu dengan program seragam gratis dan subsidi SPP bagi siswa di sekolah swasta,” tegasnya.
Meski belum bisa menyelesaikan semua persoalan, Rahmad memastikan bahwa Pemkot akan terus berjuang agar pendidikan di Balikpapan ke depannya bisa sepenuhnya gratis dan berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Rahmad juga memberi apresiasi kepada guru-guru berprestasi, peserta Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan, serta para siswa Balikpapan yang mengharumkan nama kota di tingkat nasional.
Tak lupa ia memuji peluncuran buku anak “Aku Cinta Balikpapan” karya Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. Buku tersebut menjadi bentuk dukungan literasi lokal bagi anak usia dini di Balikpapan.
“Pendidikan dan kesehatan tetap dua prioritas utama. Kami ingin semua anak mendapat haknya. Jangan sampai ada yang putus sekolah di Balikpapan,” tandas Rahmad. (Adv)
