
Tingkatkan Hasil Panen, Pemkab PPU Adopsi Drone Pertanian
- Pemkab PPU siapkan 5 unit drone pertanian guna dorong smart farming
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mengambil langkah konkret dalam mentransformasi sektor pertanian daerah menuju era digital.
Guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas para petani di lapangan, Pemkab PPU tengah menyiapkan pengadaan lima unit drone pertanian sebagai pijakan awal implementasi konsep smart farming.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Rianto, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi modern ini dijalankan melalui kolaborasi erat bersama Dinas Pertanian PPU.
Sinergi ini dibangun untuk memastikan bahwa unit teknologi yang dialokasikan tepat sasaran dan berdaya guna tinggi bagi para petani.
"Kita ada upaya untuk kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian dalam rangka meningkatkan efektivitas produksi pertanian. Bagaimana caranya alat-alat baru ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Ade Rianto, Jumat (30/10/2026).
Ade menekankan, adopsi teknologi di sektor agribisnis tidak sekadar berfokus pada kuantitas pengadaan sarana fisik, melainkan pada tingkat efektivitas pemanfaatannya dalam mendongkrak hasil panen.
Oleh sebab itu, alokasi lima unit drone pertanian tersebut nantinya tetap dapat dievaluasi secara berkala selaras dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
"Kita berupaya untuk melangkah ke arah smart farming," terang Ade.
BACA JUGA:
1.711 Agen Perlinsos Dikerahkan, Dinsos PPU Kejar Target Registrasi 2027 - ibukotakini.com
Meskipun mulai mengadopsi teknologi mutakhir, Pemkab PPU dipastikan tidak mengesampingkan pemenuhan kebutuhan dasar para petani.
Dukungan konvensional seperti penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, hingga sarana pengendalian hama dan perlindungan tanaman tetap disalurkan secara konsisten melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan intervensi kebijakan yang menyentuh seluruh rantai pasok pertanian secara berkelanjutan, mulai dari pra-tanam hingga pasca-panen.
"Bantuan pemerintah itu komprehensif, mulai dari benih, kemudian alat-alat pertanian, produksi, dan lain sebagainya. Itu diberikan secara hulu-hilir dan berkesinambungan bagi petani kita," jelas Ade.
Mengenai rincian volume dan alokasi alsintan serta sarana pengendalian hama yang telah disalurkan sepanjang tahun 2026, Ade menyebutkan bahwa data teknis tersebut dikelola secara rinci oleh Dinas Pertanian PPU.
"Kalau secara jumlah atau pastinya, itu di Dinas Pertanian yang lebih memahami dan memegang data lengkapnya," tambahnya.
Melalui harmonisasi antara bantuan Alsintan konvensional dan modernisasi smart farming berbasis drone, Pemkab PPU optimistis efisiensi produksi pertanian daerah akan meningkat signifikan.
“Langkah strategis ini diharapkan memperkokoh ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas, serta memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan para petani di PPU,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo PPU)
