Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab PPU Sosialisasi Vaksin DBD
Penajam

Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab PPU Sosialisasi Vaksin DBD

  • 1.500 Dosis untuk Anak Usia Sekolah
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Vaksin DBD di Aula Lantai 3 Kantor Bupati, Kamis (11/12/2025). 

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin sebagai upaya memperkuat langkah pencegahan di wilayah yang selama beberapa tahun terakhir mencatat tingginya kasus DBD.

Wabup Waris mengatakan DBD masih menjadi ancaman serius dan harus ditangani dengan pendekatan komprehensif. Pemberantasan sarang nyamuk, edukasi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, serta pemanfaatan vaksin sebagai perlindungan tambahan harus berjalan beriringan.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan memahami manfaat vaksinasi DBD. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak,” ungkap Waris.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Ivan Hariyadi, menyampaikan bahwa PPU pada tahun ini menerima 1.500 dosis vaksin DBD. 

“Sasaran utama adalah anak usia sekolah, kelompok yang paling banyak terdampak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di wilayah Penajam, Waru, Petung, dan Babulu,” sebutnya.

BACA JUGA:

Puluhan Usaha Lokal PPU Dibekali Cara Masuk Vendor Pertamina - ibukotakini.com

Program vaksinasi DBD di Kalimantan Timur telah berjalan sejak 2023 dan terus diperluas. PPU menjadi prioritas penyaluran pada akhir 2025 karena tingginya kasus pada periode sebelumnya.

“Vaksin ini telah direkomendasikan BPOM dan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Usia penerima mulai 6 tahun ke atas. Dari pengalaman di Balikpapan dan Kukar, efek sampingnya ringan,” jelas dr. Ivan.

Vaksinasi direncanakan dilakukan melalui sekolah untuk mempermudah jangkauan dan memastikan pendataan berjalan sistematis. Sekolah diminta aktif memberikan informasi kepada orang tua agar tidak muncul keraguan terkait keamanan vaksin.

Wabup Waris mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar cakupan vaksinasi meningkat dan masyarakat tidak ragu untuk mengikuti program ini.

“Mari pastikan edukasi tersampaikan dengan tepat sehingga langkah pencegahan berjalan efektif,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Dinas Kesehatan PPU, UPT Puskesmas, kepala sekolah dasar dari berbagai wilayah, serta perangkat daerah yang berkaitan dengan penanganan kesehatan masyarakat.

Selain vaksinasi, pemerintah daerah akan memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta memperluas koordinasi lintas sektor. ***