Tips Kelola THR agar Tetap Cuan Usai Lebaran
Tren

Tips Kelola THR agar Tetap Cuan Usai Lebaran

  • Dengan pengelolaan yang tepat, momentum Lebaran dapat menjadi titik awal memperkuat kondisi finansial
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Bagi banyak orang, Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali hanya menjadi “dana mampir” yang cepat habis untuk kebutuhan mudik, membeli pakaian baru, hingga berbagi angpao. 

Padahal, di tengah dinamika pasar keuangan saat ini, THR sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai modal awal untuk memperkuat portofolio investasi.

Apalagi, kondisi pasar domestik tengah mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tercatat terkoreksi lebih dari 9 persen sejak akhir Februari hingga berada di level 7.441 pada 10 Maret 2026.

Bagi investor pemula, gejolak tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi outlook negatif terhadap Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings.

Tekanan juga terlihat di pasar obligasi. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik hingga 6,69 persen, yang menjadi sinyal adanya tekanan jual di pasar.

BACA JUGA:

ASN Kaltim Boleh WFA saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Ini Jadwalnya! - ibukotakini.com

Dalam situasi seperti ini, strategi yang disarankan bukan menarik diri dari pasar, melainkan melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen yang relatif lebih stabil atau dikenal sebagai aset safe haven.

Strategi 50:50 Agar Keuangan Tetap Sehat

Agar kondisi keuangan tetap terjaga setelah Lebaran, masyarakat dapat menerapkan pembagian sederhana dalam mengelola THR, yakni 50 persen untuk kebutuhan konsumsi selama hari raya dan 50 persen untuk investasi.

Dengan strategi tersebut, kebutuhan Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengorbankan perencanaan keuangan jangka panjang.

Reksa Dana Pasar Uang untuk Dana Aman

Sebagian dana investasi dapat ditempatkan pada reksa dana pasar uang. Instrumen ini tergolong stabil dan likuid karena portofolionya terdiri dari instrumen pasar uang jangka pendek.

Bagi investor pemula, reksa dana pasar uang kerap menjadi pilihan untuk “memarkir” dana agar tetap produktif dengan risiko relatif rendah.

BACA JUGA:

313 Ribu Penumpang Diprediksi Melintas di Bandara Sepinggan - ibukotakini.com

Emas sebagai Pelindung Nilai

Selain itu, emas juga menjadi pilihan populer di tengah ketidakpastian global. Logam mulia ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai yang cenderung stabil saat kondisi pasar bergejolak.

Harga emas bahkan diproyeksikan berpotensi mencapai kisaran Rp3,2 juta hingga Rp3,4 juta per gram, dengan asumsi nilai tukar sekitar Rp16.882 per dolar AS.

Investor disarankan membeli emas secara bertahap menggunakan strategi dollar cost averaging, yakni mencicil pembelian saat harga mengalami koreksi.

Sukuk Ritel untuk Pendapatan Rutin

Pilihan lain yang dapat dipertimbangkan adalah investasi pada Sukuk Ritel seri SR024 yang diterbitkan pemerintah.

Instrumen investasi berbasis syariah ini dijamin oleh negara dan menawarkan imbal hasil tetap. SR024 tersedia dalam dua pilihan tenor.

BACA JUGA:

7 Puskesmas di Balikpapan Siaga 24 Jam Pada Lebaran 2026 - ibukotakini.com

Seri SR024T3 memiliki tenor tiga tahun dengan kupon tetap 5,55 persen per tahun. Sementara seri SR024T5 memiliki tenor lima tahun dengan kupon lebih tinggi, yakni 5,90 persen per tahun.

Selain itu, pajak yang dikenakan hanya 10 persen, lebih rendah dibandingkan pajak deposito. Modal awal investasi juga relatif terjangkau, mulai dari Rp1 juta.

Masa penawaran SR024 berlangsung hingga 15 April 2026, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan dana THR untuk investasi.

Dengan pengelolaan yang tepat, momentum Lebaran dapat menjadi titik awal memperkuat kondisi finansial. Melalui kombinasi investasi pada emas, reksa dana pasar uang, dan sukuk ritel, masyarakat tidak hanya merayakan hari kemenangan, tetapi juga menyiapkan fondasi keuangan yang lebih kokoh di masa depan. ***