
Titik Panas di Kaltim Alami Penurunan, Berau Masih Tertinggi
- Titik panas Kaltim turun 41,9 persen dalam dua hari
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data pemantauan 7 dan 8 September 2026, jumlah hotspot turun dari 387 titik menjadi 225 titik.
Pada 7 September, pemantauan sepanjang pukul 01.00 hingga 24.00 WITA mencatat 387 hotspot di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.
Sehari berikutnya, hingga pukul 16.00 WITA, jumlah tersebut turun menjadi 225 titik. Artinya, terdapat selisih 162 titik panas dibandingkan data sehari sebelumnya.
Jika dihitung secara persentase, penurunan tersebut mencapai sekitar 41,9 persen.
Meski mengalami penurunan, Berau masih menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak. Pada 7 September, wilayah ini mencatat 197 titik panas. Kemudian pada 8 September hingga pukul 16.00 WITA, jumlahnya turun menjadi 98 titik.
Selain Berau, penurunan hotspot juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.
BACA JUGA:
Cegah Karhutla di IKN, Otorita Edukasi Petani Tinggalkan Cara Bakar Lahan - ibukotakini.com
Kutai Kartanegara turun dari 84 menjadi 40 titik. Kutai Timur dari 43 menjadi 24 titik, sedangkan Kutai Barat turun dari 28 menjadi 16 titik.
Sementara itu, Paser justru menunjukkan peningkatan. Dari sebelumnya 25 titik pada 7 September, jumlahnya menjadi 45 titik pada pemantauan 8 September hingga pukul 16.00 WITA.
Hotspot di Samarinda juga turun dari tujuh menjadi satu titik. Mahakam Ulu, yang pada 7 September mencatat tiga titik, tidak masuk dalam daftar hotspot pada pemantauan 8 September.
Sebaliknya, Bontang muncul dengan satu titik panas pada 8 September.
Hotspot Kaltim Masih Didominasi Kategori Sedang
Dari sisi tingkat kepercayaan, seluruh 387 hotspot yang terdeteksi pada 7 September berada dalam kategori sedang (medium).
BACA JUGA:
Karhutla Kutim Tembus 81 Kejadian, 51 Hotspot Masih Dipantau BPBD - ibukotakini.com
Sementara pada 8 September, komposisi tingkat kepercayaan hotspot lebih beragam. Dari total 225 titik, terdapat hotspot dengan kategori rendah, sedang, hingga tinggi.
Berau mencatat 35 titik kategori rendah, 60 titik kategori sedang, dan tiga titik kategori tinggi.
Di Kutai Timur terdapat delapan titik kategori rendah dan 16 titik kategori sedang. Kutai Kartanegara memiliki 12 titik rendah dan 28 titik sedang.
Sedangkan di Paser, sebanyak 44 titik berada pada kategori sedang dan satu titik masuk kategori tinggi.
Dengan demikian, meski jumlah hotspot Kaltim menunjukkan tren penurunan dalam dua hari pemantauan, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian. Terlebih, data 8 September baru mencakup periode hingga pukul 16.00 WITA, belum satu hari penuh.
Data Hotspot Kaltim:
| Wilayah | 7 September | 8 September* |
|---|---|---|
| Berau | 197 | 98 |
| Kutai Kartanegara | 84 | 40 |
| Kutai Timur | 43 | 24 |
| Kutai Barat | 28 | 16 |
| Paser | 25 | 45 |
| Samarinda | 7 | 1 |
| Mahakam Ulu | 3 | 0 |
| Bontang | 0 | 1 |
| Total | 387 | 225 |
*Keterangan: Data 8 September 2026 hingga pukul 16.00 WITA.
