TP2DD Balikpapan Percepat Digitalisasi Transaksi Daerah
Balikpapan

TP2DD Balikpapan Percepat Digitalisasi Transaksi Daerah

  • Target KKPD Rampung Triwulan II 2026
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) komitmen mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah, termasuk optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD Kota Balikpapan Tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (15/4/2026). Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.

Dalam pertemuan itu, seluruh perangkat daerah menyepakati percepatan realisasi transaksi belanja daerah secara non-tunai melalui KKPD yang ditargetkan rampung paling lambat Triwulan II 2026.

Dalam arahannya, Bagus Susetyo mengungkapkan bahwa capaian TP2DD Balikpapan sebagai terbaik pertama tingkat kota se-Kalimantan Timur tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital di daerah.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/apa-upaya-pemkot-balikpapan-antisipasi-el-nino-2026

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh perangkat daerah serta dukungan Bank Indonesia dan Bankaltimtara.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan efisien melalui sistem non-tunai,” katanya usai membuka HLM TP2DD Kota Balikpapan.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah berjalan, mulai dari pengembangan aplikasi layanan, elektronifikasi retribusi daerah, hingga implementasi e-parkir yang telah diterapkan di kawasan Balikpapan Permai.

“Kami juga mendorong perluasan implementasi digitalisasi tersebut ke seluruh titik strategis di kota, termasuk melalui penguatan kanal pembayaran bekerja sama dengan sektor perbankan,” tukasnya.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/festival-kemudahan-dan-pelindungan-umkm-peluang-usaha-naik-kelas

Inovasi lain yang mendapat perhatian adalah fitur “Sapa Warga” dalam aplikasi Kontengan yang melibatkan peran aktif RT dalam membantu masyarakat melakukan pembayaran pajak secara digital.

Langkah ini dinilai strategis karena menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat paling bawah, sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak dan penerimaan daerah.

Namun demikian, Bagus juga menyebut masih rendahnya pemanfaatan KKPD di lingkungan perangkat daerah. Untuk itu, ia meminta peningkatan pemahaman dan sosialisasi agar penggunaan KKPD dapat lebih optimal.

“Pemanfaatan KKPD harus ditingkatkan untuk mendukung tata kelola keuangan yang lebih modern dan akuntabel,” tegasnya.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pemkot-balikpapan-bangun-10-koperasi-merah-putih-juni-2026

Komitmen bersama TP2DD ini  ditandatangani Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo,  Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Kepala Bankaltimtara Cabang Balikpapan, Yudhi Susatyo, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo dan Idham selaku Kepala BPPDRD Kota Balikpapan.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, TP2DD menargetkan terciptanya ekosistem transaksi keuangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Bagus Susetyo menambahkan, keberhasilan digitalisasi daerah sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, perbankan, maupun masyarakat.

“Kolaborasi dan inovasi harus terus dijaga untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), transparansi keuangan, serta efisiensi pelayanan publik,” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)